Angka Ibu Hamil dan Bayi Terpapar Covid-19 Capai 35.099

- Senin, 28 Juni 2021 | 09:30 WIB
Covid-19. (foto ilustrasi: pikiran rakyat) (Murdiyat Moko)
Covid-19. (foto ilustrasi: pikiran rakyat) (Murdiyat Moko)

Sementara kasus Covid-19 terus mengalami peningkatan signifikan dengan hadirnya varian-varian baru yang lebih mudah menularkan.

Untuk itu, saat ini, tidak perlu membesar-besarkan merek vaksin mana yang harus digunakan.

"Dari mereka yang sekarang sedang berinisiatif mana yang lebih cepat dan mana yang kira-kira lebih menjanjikan. Itu yang segera kita support. Saya kira ini penting, pengalaman di Amerika saya rasa mereka melakukan vaksinasi besar-besaran dan tidak banyak prosedur karena dia vaksinnya melimpahruah, dia bisa memproduksi dan dari berbagai sumber," katanya.

Menko PMK meyakini apabila Indonesia bisa memproduksi secepatnya dari berbagai sumber harapan untuk mewujudkan herd Immunity di akhir tahun 2021 dapat lebih cepat terwujud.

Vaksin Mencukupi

Sementara Menteri Koordinator Bidang Airlangga Hartarto memastikan pasokan vaksin saat ini sudah mencukupi.

Artinya, program percepatan vaksinasi sudah dapat dilakukan terutama untuk ibu hamil, menyusui, balita, dan anak-anak.

"Yang terkait dengan percepatan vaksinasi didorong untuk daerah yang tergolong risiko tinggi yaitu Jatim, DKI Jakarta, Jabar, Bali, Banten, Yogyakarta, dan Kalimantan Barat. Ini tentu perlu dilakukan prioritas oleh Kemenkes, TNI/Polri untuk mendorong sentra-sentra vaksinasi," kata Airlangga.

Dia menambahkan berdasarkan informasi dari Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), ada sekitar 400 ribu bidan akan diberdayakan untuk optimalisasi vaksinasi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak.

"Tentu dengan tambahan bidan ini diharapkan bisa 1 juta (vaksinasi) per hari. Dengan skema memanfaatkan seluruh bidan, maka tentu angka 1,5-2 juta ini bisa tercapai," katanya.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X