Isolasi Mandiri di Rumah Harus Tahu Tata Caranya

- Minggu, 27 Juni 2021 | 20:55 WIB
Penyemportan disinfektan untuk mencegah penyebaran Covid19.  (SM/dok)
Penyemportan disinfektan untuk mencegah penyebaran Covid19. (SM/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Peningkatan jumlah kasus Covid-19 di Kota Semarang, membuat rumah sakit dituntut untuk menambah jumlah perawatan pasien Covid-19.

Tetapi sayangnya, penambahan ini tidak bisa diikuti oleh penambahan jumlah tenaga kesehatan apalagi banyak tenaga kesehatan yang terinfeksi virus corona.

Karena itu, harus melakukan isolasi mandiri atau bahkan sampai dirawat di rumah sakit.

Baca Juga: Ingin Vaksinasi di Semarang? di Sini Saja

Ketua IDI Kota Semarang, dr Elang Sumambar menuturkan, isolasi mandiri di rumah, tentu saja meningkatkan risiki banyak hal.

Risiko pertama adalah terjadi penularan kepada anggota keluarga yang lain. Risiko kedua adalah kurangnya pengawasan oleh tenaga yang berkompeten.

Hal ini menyebabkan, perubahan kondisi pasien yang melakukan isolasi mandiri di rumah tidak dapat diikuti dengan baik.

Baca Juga: Kapolri Wajibkan Buku Pedoman Manajemen Kontijensi Klaster Covid-19 Ada di Saku Petugas

"Karena itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Semarang akan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Semarang dan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro serta didukung oleh Suara Merdeka, menggelar seminar online dengan tema Isoman yang Aman dan Nyaman," tambah dr Elang.

Seminar online akan berlangsung, Selasa (29/6) pukul 10.00 -13.00, online melalui aplikasi Zoom Meeting. Hadir sebagai narasumber, yakni Dr. Meita Hendrianingtyas, Msi.Med.,Sp.PK(K) yang akan berbicara tentang Diagnosis Covid-19 dan Dr. Setyo Gundhi P, Sp.PD yang akan mengutarakan tentang isolasi mandiri di rumah dan apa yang harus dilakukan. Hadir juga sejumlah dokter yang akan menjawab sejumlah pertanyaan.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

X