Meninggalnya Nakes Berimplikasi Buruk terhadap Penanganan Covid-19

- Minggu, 27 Juni 2021 | 09:15 WIB
Tenaga Kesehatan. (foto: pikiran rakyat) (Nugroho Wahyu Utomo)
Tenaga Kesehatan. (foto: pikiran rakyat) (Nugroho Wahyu Utomo)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Meninggalnya tenaga kesehatan bisa berimplikasi buruk terhadap penanganan covid-19, selain menjadi kehilangan besar bagi dunia kesehatan Indonesia.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS, Netty Prasetiyani.

Oleh sebab itu, Netty berharap masyarakat dan pemerintah memberikan empati kepada para nakes yang telah menjadi garda depan dalam penanganan covid-19.

Baca Juga: Seorang Pemuda Ditangkap Polisi Usai Sebar Hoaks Soal Vaksinasi

“Tunjukkan empati pada nakes yang sedang berjibaku menangani pasien engan disiplin prokes di mana saja. Jika masyarakat abai prokes, maka kasus akan terus melonjak dan beban nakes makin bertambah. Padahal nakes juga memiliki keluarga dan kehidupan pribadi yang harus dilindungi. Bersikap santun dan sabar dalam antri pelayanan juga akan sangat membantu tugas nakes,” kata Netty, seperti yang dikutip dari pikiran-rakyat.com, Minggu, 27 Juni 2021.

Netty juga meminta kepada pemerintah agar insentif bagi nakes segera ditunaikan.

Karena, menurut Netty, insentif adalah hak mereka yang wajib diberikan, meski besarannya belum tentu setimpal dengan pengorbanan waktu, keringat, air mata dalam penanganan covid-19.

Baca Juga: Menkes: Pandemi Berakhir Tergantung Upaya Kita Semua

Diketahui, data di LaporCovid-19 menunjukkan, jumlah tenaga kesehatan (nakes) yang meninggal karena Covid-19 hingga Selasa 22 Juni 2021 mencapai 974 orang.

Sebagian besar nakes meninggal adalah dokter sebanyak 374 orang, perawat 311 orang, bidan 155 orang, disusul beragam profesi nakes lain.

Jumlah nakes meninggal dunia di bulan Mei – Juni ini mengalami kenaikan.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X