Santri Akui Mencuri Dikeroyok Teman Hingga Tewas, Ketua DPD: Pelajaran bagi Pengasuh Ponpes

Red
- Sabtu, 26 Juni 2021 | 17:11 WIB
Pengeroyokan /Ilustrasi Antara
Pengeroyokan /Ilustrasi Antara

JAKARTA, suaramerdeka.com - Seorang santri salah satu pondok pesantren (Ponpes) di Ponorogo, Jawa Timur tewas usai dikeroyok. Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengungkapkan peristiwa pengeroyokan tersebut seharusnya bisa dihindari.

"Saya sangat menyesalkan terjadinya pengeroyokan hingga menyebabkan seorang santri meninggal dunia. Miris sekali, karena hanya permasalahan uang Rp100 ribu nyawa seseorang jadi melayang," ujar LaNyalla, seperti dikutip dari Antara, Sabtu 22 Juni 2021.

Pengeroyokan terhadap santri berinisial M itu terjadi pada Selasa (22/6). Berawal saat korban mengaku mencuri uang Rp100 ribu milik temannya

Baca Juga: Update Corona 26 Juni: Rekor Lagi, Kasus Baru Covid-19 di Indonesia Hari Ini Tembus 21.095 Orang

Pengurus ponpes memanggil korban yang mengakui perbuatannya. Namun, empat pelaku melakukan pengeroyokan hingga korban terluka parah.

Akibatnya, korban mengalami luka di sekujur tubuh dan pendarahan hingga ke otak yang menyebabkannya meninggal dunia. Santri M sendiri baru sebulan berada di pondok.

Senator asal Jawa Timur ini mengatakan, pencurian memang tidak dapat dibenarkan. Namun, penyelesaian masalah dengan kekerasan bukanlah solusi, cara itu bahkan menyalahi banyak aturan.

Baca Juga: Kemensos Siapkan 41 Balai Rehabilitasi Pengasuhan Anak yang Orang Tuanya Jalani Isolasi Covid-19

"Kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi pengasuh ponpes. Pembinaan yang baik sangat penting untuk menghindari kejadian-kejadian seperti ini," katanya.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X