Kasus Kematian Dokter Akibat Covid-19 Capai 401

- Sabtu, 26 Juni 2021 | 13:45 WIB
dokter yang meninggal dalam perawatan akibat covid-19. (foto ilustrasi - pikiran rakyat) (Jati Prihatnomo)
dokter yang meninggal dalam perawatan akibat covid-19. (foto ilustrasi - pikiran rakyat) (Jati Prihatnomo)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Meningkatnya kasus Covid 19 tak hanya dirasakan masyarakat tetapi juga nakes.

Ratusan tim medis mulai dari perawat, bidan hingga dokter ikut terpapar virus mematikan tersebut.

Seperti yang tercatat oleh Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Jumat, 25 Juni 2021, pihaknya mengatakan sebanyak 401 dokter telah meninggal akibat terinfeksi Covid-19.

Baca Juga: Vokasi UI dan Sonar Platform Ciptakan Pembelajaran Humas Berbasis Big Data

Hal itu disampaikan Ketua terpilih PB IDI Adib Khumaidi, ia mengatakan ada 26 dokter meninggal selama Juni 2021.

Jumlah ini diseburnya meningkat empat kali lipat dibanding pada Mei 2021 lalu, yakni tercatat ada enam dokter yang meninggal.

“Gambaran ini memperlihatkan jumlah dokter yang meninggal meningkat pada bulan Juni,” kata Adib melalui konferensi pers virtual, Jumat, 25 Juni 2021.

Baca Juga: Presiden Joko Widodo Tinjau Vaksinasi Masal Jelang HUT Ke-75 Bhayangkara

Adib menambahkan, sebanyak 315 perawat, 25 tenaga laboratorium, 43 dokter gigi, 15 apoteker, dan 150 bidan juga meninggal akibat Covid-19.

Meski demikian, IDI belum memberikan data terkait jumlah dokter yang meninggal usai menerima vaksin Covid-19.

Selain itu, Adib menuturkan lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi saat ini telah membuat rumah sakit dalam kondisi krisis dan menanggung beban yang berat. Menurutnya, penanganan lonjakan kasus tidak bisa dilakukan hanya dengan menambah kapasitas tempat tidur di rumah sakit.

“Jangan dengan adanya pasien yang luar biasa kemudian menambah jam kerja. Itu menambah risiko pada tenaga kesehatan,” tutur Adib.

Bahkan, Indonesia sejauh ini telah melaporkan 2,07 juta kasus Covid-19 setelah bertambah 18 ribu kasus pada Jumat.

Tercatat angka kematian telah menembus 56 ribu, sedangkan jumlah kasus aktif mencapai 180 ribu.

Adapun lonjakan kasus terjadi di Pulau Jawa, khususnya Jakarta yang melaporkan lebih dari 6 ribu kasus dalam dua hari terakhir.

Dalam hal ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merespons situasi ini dengan menunjuk tiga rumah sakit di Jakarta menjadi khusus untuk menangani Covid-19 dan mengubah Instalasi Gawat Darurat di ibu kota menjadi ruang isolasi perawatan pasien Covid-19.

Ketiga rumah sakit tersebut yakni Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati, Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan, dan Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, melalui konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis, 24 Juni 2021 menyampaikan, dengan konversi tiga rumah sakit ini untuk full Covid-19, diharapkan dapat membantu dan semakin menambah tempat perawatan.

Nadia mengatakan, konversi ini dilakukan mengingat tempat tidur isolasi dan ICU di Jakarta khusus Covid-19 telah terisi hingga 90 persen.

Sementara itu, pelayanan di IGD dibuka di tenda yang didirikan di luar rumah sakit.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rais Aam PBNU Putuskan Muktamar 17 Desember

Jumat, 26 November 2021 | 23:03 WIB
X