Desakan Penghentian Pemakaian GeNose, Adian Napitulu: Akan Melukai Rakyat Kecil

- Sabtu, 26 Juni 2021 | 06:15 WIB
Alat GeNose 19. (suaramerdeka.com / dok)
Alat GeNose 19. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Anggota Komisi VII DPR RI, Adian Napitupulu, tidak sepakat jika lonjakan kasus Covid-19 di Tanah Air dikaitkan dengan akurasi alat deteksi Covid menggunakan napas buatan dalam negeri, GeNose C19 atau Gadjah Mada Electric Nose.

Adian mengatakan, patut dipertanyakan beberapa desakan yang menginginkan penggunaan GeNose dihentikan.

Sebab, menurut politikus PDIP tersebut, jika karena GeNose tidak akurat, seharusnya lonjakan kasus Covid-19 sudah terjadi satu hingga dua bulan lalu.

Baca Juga: Vaksin Sinovac dan Pfizer Sedang Dikaji untuk Kalangan Remaja

"Itu pernyataan yang berdasarkan data, rasa atau kepentingan? Menurut saya kalau berdasarkan data jika GeNose menjadi penyebab maka harusnya lonjakan Covid-19 terjadi setidaknya satu atau dua bulan setelah GeNose di pergunakan atau sekitar bulan Maret atau April 2021 bukan bulan Juni," kata Adian, Jumat (25/6/2021).

"Nah faktanya bulan Maret dan April justru kasus Covid-19 Indonesia justru pada titik terendah, landai sekali. Saya melihat mereka yang mengkambing hitamkan GeNose tanpa data bisa jadi hanya menduga duga. Hanya dapat dari “katanya” atau “infonya”, tanpa pegang data yang valid. Atau bisa juga bagian dari kelompok yang memiliki kepentingan politik maupun bisnis," sambungnya.

Adian mengatakan, adanya GeNose merupakan bukti pemerintah hadir di tengah masyarakat. Terbukti, penggunaan GeNose digemari masyarakat karena tidak harus dicolok hidungnya seperti tes PCR atau antigen, harga tes GeNose pun terjangkau yakni berkisar Rp 30 ribu.

Baca Juga: Data Penduduk Bocor, Bareskrim Polri Geledah Kantor BPJS Jakarta Pusat

Oleh karena itu, pria 50 tahun tersebut menegaskan, menghentikan penggunaan GeNose akan melukai rakyat kecil yang harus tetap beraktivitas untuk mencari nafkah meskipun di masa pandemi.

"GeNose dengan harga yang terjangkau di bandingkan antigen menjadi bukti bahwa negara hadir untuk semua rakyat tidak hanya untuk si kaya saja. GeNose diizinkan digunakan kan pasti ada prosesnya, apalagi dari Kemenkes juga sudah kasih izin," ucap Adian.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X