Gus Yaqut Cholil Qoumas: Ber Iduladha dengan Prokes Ketat

- Jumat, 25 Juni 2021 | 19:48 WIB
Menteri Agama Terbitkan Surat Edaran tentang Shalat Iduladha dan Kurban. SM/Dok. Kemenag
Menteri Agama Terbitkan Surat Edaran tentang Shalat Iduladha dan Kurban. SM/Dok. Kemenag

SEMARANG, suaramerdeka.com - BULAN Juli 2021 yang akan datang, umat Islam seluruh dunia akan merayakan Hari Raya Iduladha 1442H. Namun peristiwa idulkurban tahun ini masih dibayang-bayangi wabah penyakit Covid-19.

Bagaimana beriduladha yang aman dan nyaman, berikut wawancara wartawan Suara Merdeka Agus Fathuddin Yusuf dengan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang akrab disapa Gus Yaqut atau Gus Menteri (Gus Men), Kamis (24/6/2021), di sela kunjungan kerja dalam rangka sosialisasi prokes Iduladha di Jawa Tengah.

Assalamualaikum Gus Yaqut, sehat nggih?

Alhamdulillah sehat wal-afiat. Semoga semuanya dalam keadaan baik dan sehat juga. Amin.

Bagaimana Kementerian Agama menyikapi Covid-19 yang cenderung meningkat?

Iya, masalah ini, Masya Allah luar biasa. Sudah tembus 20 ribu lebih. Perkembangan hari ini, kasus Covid-19 tidak hanya menyerang orang dewasa tetapi juga balita dan anak-anak. Kasus pada anak usia 0-18 tahun semakin meningkat di Indonesia. Proporsi kasus aktifnya tercatat sebesar 13,5% hingga Senin, 22 Juni 2021. Angka itu bahkan lebih besar dari lansia yang sebesar 11,2%. Di DKI Jakarta, sebanyak 16% dari jumlah kasus baru pada 17 Juni 2021 pun terjadi pada anak. Rinciannya, sebanyak 144 kasus pada usia 0-5 tahun dan 517 kasus pada usia 6-18 tahun.

Kasus aktif Covid-19 di Indonesia mengalami tren kenaikan dalam sebulan terakhir. Saya sudah minta seluruh jajaran Kemenag untuk memperketat penerapan protokol kesehatan. Jajaran Kemenag harus menjadi teladan dalam penerapan protokol kesehatan.

Ini bagian dari kontribusi kita dalam menekan laju paparan Covid-19 dan tentu saja ini bagian dari tugas kemanusiaan kita.

Untuk seluruh jajaran Kemenag, sudah saya minta koordinasi dengan Satgas Covid-19 setempat. Berlakukan skema work from office (bekerja dari kantor) dan work from home (bekerja dari rumah) sesuai kondisi daerah masing-masing.

Apa yang harus dilakukan para pegawai Kementerian Agama?

Setidaknya ada lima hal yang harus terus diterapkan secara displin, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Ajak tokoh masyarakat setempat untuk bersama-sama memperketat penerapan prokes. Ajak pengurus rumah ibadah untuk terlibat aktif dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Kami sudah menerbitkan instruksi Nomor 01 tahun 2021 tentang Gerakan Sosialisasi Penerapan Protokol Kesehatan (5M) Feburari 2021.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

X