Fatwa MUI: Pemotongan Hewan Kurban di Zona Merah Covid-19 harus Dilakukan di RPH, Cegah Timbulnya Kerumunan

Red
- Kamis, 24 Juni 2021 | 15:44 WIB
hewan kurban. (istimewa) (Redaksi)
hewan kurban. (istimewa) (Redaksi)



JAKARTA, suaramerdeka.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau agar pelakasanaan kurban perayaan hari raya Idul Adha 1442 H, tetap memperhatikan prokes. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat KH. Miftahul Huda mengungkapkan 3 hal penting sesuai dengan Fatwa MUI Nomor 26 Tahun 2020.

Bahwa pemotongan hewan kurban di daerah zona merah dan oranye harus dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH). Masyarakat juga diminta tidak memotong hewan kurban di tempat terbuka agar tidak menimbulkan kerumunan.

“Di zona hijau, pihak yang terlibat penyembelihan harus menjaga jarak fisik. Kalau di zona merah, tetap tidak diperbolehkan, semua diarahkan ke rumah potong hewan,” kata Miftahul dalam konferensi pers Pelaksanaan Idul Adha 1442 H Aman Covid-19, Rabu (23/6), seperti dikutip dari Kata Data.

Baca Juga: PPKM Paling Tepat Hentikan Penyebaran Covid-19, Penegakan Aturan jadi Kunci Suksesnya

Sementara di daerah zona hijau, kuning dengan risiko penularan Covid-19 rendah hingga sedang, pemotongan hewan kurban harus tetap memperhatikan protokol kesehatan. Seluruh panitia harus menjalankan Gerakan 3M, yakni menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin.

Ia menyampaikan bahwa kurban memang tidak bisa diganti dengan uang atau barang yang senilai. Namun, skema membayar pihak lain agar dibelikan kambing dan hewan kurban itu diperbolehkan.

Komisi Fatwa MUI menganjurkan, masyarakat untuk melakukan penyembelihan hewan kurban secara berkala dari tanggal 11 sampai 13 Dzulhijjah. Sehingga kurban tidak dilaksanakan penuh dalam satu hari untuk meminimalisir kerumunan.

“Komisi Fatwa juga mengimbau agar pendistribusian hewan kurban diantarkan ke rumah penerima oleh panitia,” ujarnya. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu datang dan berkerumun di lokasi pemotongan hewan kurban untuk mendapat daging.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Kata Data

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X