Usulan Presiden Tiga Periode, Pengamat: Jangan Cederai Demokrasi

- Kamis, 24 Juni 2021 | 10:36 WIB
Pengamat dari Institute for Digital Democracy (IDD) Yogyakarta Bambang Arianto. (suaramerdeka.com / dok) (Redaksi)
Pengamat dari Institute for Digital Democracy (IDD) Yogyakarta Bambang Arianto. (suaramerdeka.com / dok) (Redaksi)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Deklarasi relawan atau komunitas yang mengatasnamakan Jokowi Prabowo (Jakpro) untuk 2024 telah membuat kegaduhan publik.

Dikarenakan relawan politik Jakpro ini berupaya mendorong Presiden Joko Widodo untuk maju ketiga kalinya sebagai calon presiden dengan didampingi Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden.

Menurut pangamat politik digital dari Institute for Digital Democracy (IDD) Yogyakarta, Bambang Arianto, menilai sebenarnya mendirikan relawan politik itukan boleh-boleh saja dan merupakan hak semua warga negara.

Baca Juga: Bertemu Prabowo, Ridwan Kamil Tepis soal 'Rujuk' dengan Gerindra

"Siapapun boleh mendirikan relawan politik, asalkan bertujuan memperkuat demokrasi dan bisa melakukan transfer pendidikan politik," kata Bambang Arianto, sesuai rilis yang diterima suaramerdeka.com, Kamis, 24 Juni 2021.

"Tapi, ini justru sebaliknya mendirikan komunitas relawan politik untuk mendorong usulan jabatan presiden tiga periode. Ini jelas melanggar konstitusi yang sama artinya mencederai demokrasi. Selain itu, usulan ini malah bisa merusak tatanan pendidikan politik. Padahal kan selama ini publik telah diajari untuk berkomitmen pada amanat reformasi yang mana telah jelas mengatur bahwa masa jabatan presiden hanya dua periode," tambahnya.

Terkait alasan pendirian Jakpro, lanjut Bambang, hanya untuk mencegah polarisasi politik ditengah masyarakat tentu bukan begini caranya.

Baca Juga: Nomor 1 Survei di Kota Besar, Sahabat Ganjar Buka Posko Sukarelawan

Mungkin bisa dengan mengusung calon yang berasal dari kedua basis kekuatan pendukung saat ini.

Misalnya Prabowo-Puan atau Prabowo-Ganjar.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rizal Ramli 'Ditampar' Ngabalin, Begini Kronologinya

Selasa, 14 September 2021 | 11:05 WIB

Megawati: Pandemi Tak Hentikan Pendidikan Kader

Jumat, 10 September 2021 | 20:03 WIB
X