30 Jam Bantu Kelahiran Bayi Orang Utan

Red
- Kamis, 24 Juni 2021 | 01:31 WIB
SM/dok : BAYI ORANGUTAN: Salah satu bayi orangutan yang lahir di Gembira Loka Zoo Yogyakarta. Kelahiran bayi itu menjadi kabar gembira bagi pemerhati binatang dan masyarakat Indonesia.(24)
SM/dok : BAYI ORANGUTAN: Salah satu bayi orangutan yang lahir di Gembira Loka Zoo Yogyakarta. Kelahiran bayi itu menjadi kabar gembira bagi pemerhati binatang dan masyarakat Indonesia.(24)

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendorong penyelamatan satwa yang dilindungi dari kepunahan, termasuk orang utan. Selain menjaga kelestarian habitatnya, cara lainnya adalah membantu kesuksesan orang utan dalam berkembang biak.

Hal inilah yang dilakukan Gembira Loka (GL) Zoo. Bayi orang utan pun lahir dengan selamat dan tumbuh baik di kebun binatang ini.

KELAHIRAN orang utan (Pongo pygmaeus) menjadi perhatian besar seluruh dunia. Primata pintar nan langka ini terdesak akibat habitatnya banyak yang rusak, makin sempit, atau beralih fungsi.

Kelahiran orang utan di Gembira Loka (GL) Zoo Yogyakarta merupakan kabar gembira bagi pemerhati binatang dan masyarakat Indonesia. Bayi orang utan berkelamin jantan tersebut lahir dari pasangan induk jantan Popo (38 tahun) dan betina Joy (32 tahun).

Lahir melalui proses normal dengan berat badan 1,57 kg. Setelah berumur tiga belas hari, beratnya meningkat menjadi 1, 68 kg. ”Orang utan termasuk satwa endemik Indonesia yang dilindungi.

Kelahirannya di GL Zoo pada 4 Juni lalu merupakan momentun luar biasa. Orang utan memiliki kesamaan dengan manusia dalam masa kehamilannya, yaitu usia mengandung delapan setengah hingga sembilan bulan.

Setelah kelahiran bayi orang utan, kami terus melakukan pengawasan dan perawatan secara intensif untuk induk dan bayinya,” tutur Humas GL Zoo, Fahmi Ramadhan. Hari pertama sejak kelahiran, perawat satwa telah melakukan pemantauan.

Dalam pemantauan, terungkap induk betina belum mau menyusui bayinya.

Puting susunya juga tidak terlihat menonjol. Karena itu, perawat berupaya melatih sang induk agar mau menyusui. Fahmi mengungkapkan, selama 30 jam sejak kelahiran, perawat memberi susu formula kepada bayi orang utan.

Kondisi Normal

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

KUHP Tidak Berlaku untuk Kegiatan Kemerdekaan Pers

Jumat, 9 Desember 2022 | 11:10 WIB
X