Impor Limbah Plastik Bikin Telur Ayam Kampung Terkontaminasi Bahan Kimia Beracun

Red
- Rabu, 23 Juni 2021 | 19:38 WIB
Telur/Ilustrasi Pixabay/Monicore
Telur/Ilustrasi Pixabay/Monicore

JAKARTA, suaramerdeka.com — International Pollutants Elimination Network (IPEN) dalam penelitiannya menyebutkan bahan kimia beracun dalam ekspor limbah plastik dari negara-negara maju mencemari makanan di negara-negara berkembang.

Hal ini juga terjadi di Indonesia, yang belakangan melancarkan impor sampah atau limbah plastik.

Studi yang dikutip dari laman Arnika.org itu, menyebutkan telur ayam kampung yang terkontaminasi di Indonesia, mengandung tingkat dioksin sama besar dengan sampel telur di bekas perang Vietnam.

IPEN dalam siaran persnya, seperti dikutip dari Pikiran-Rakyat.com, mengungkapkan, penemuan serupa juga terdapat di negara importir sampah lain di Afrika, Asia, Eropa Tengah dan Timur, serta Amerika Latin.'Baca Juga: Vonis 8 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar, Eks Direktur Garuda Hadinoto Soedigno: Pikir-Pikir Dulu

Terlibat dalam penelitian ini, lembaga swadaya masyarakat (LSM) di 14 negara pelaku impor sampah plastik, dengan mengumpulkan telur ayam kampung di sekitar tempat dan fasilitas pembuangan.

Co-Founder dan Penasihat Senior Nexus3 Foundation, Yuyun Ismawati, menyatakan bahwa hal ini akibat ketidakjujuran eksportir mengenai risiko pengiriman sampah.

“Sampel dari Indonesia memiliki beberapa tingkat racun tertinggi yang tercatat dalam penelitian ini. Eksportir tidak jujur dan tidak bertanggung jawab mengekspor sampah plastik ke Indonesia dan negara berkembang lainnya, dengan kedok untuk daur ulang yang belum tentu seluruhnya dimanfaatkan dengan benar," ujar Yuyun.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Founder ECOTON Prigi Arisandi, yang berharap pemerintah Indonesia dapat merespons dengan cepat.'Baca Juga: Tahun Ajaran Baru, Guru Sekolah Indonesia di Bangkok Ikuti Workshop Pembelajaran Bermutu dan Menyenangkan

“Tanpa keseriusan dan komitmen dalam mengendalikan sumber pencemaran dioksin, saya khawatir dampaknya terhadap kesehatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan akan masif. Terlebih lagi penggunaan plastik sekali pakai masih terus berlangsung dan tidak ada tanda-tanda melambat,” ucap dia.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jadi Sobat FFWI XI, Cinta Laura: Sukses Selalu

Sabtu, 24 Juli 2021 | 08:24 WIB

Ada Peragaan Adegan Protokol Kesehatan

Sabtu, 24 Juli 2021 | 02:47 WIB
X