Blora Jadi Zona Merah Persebaran Covid-19, PPKM Diperketat

- Selasa, 22 Juni 2021 | 23:40 WIB

Pemkab Blora sejatinya sudah melakukan antisipasi sejak melonjaknya kasus penderita baru Covid-19 di Kabupaten Kudus. Bupati H Arief Rohman telah menerbitkan surat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Hajatan warga tidak diperbolehkan. Demikian juga dengan sedekah desa yang disertai hiburan. Nota kesepakatan dengan kepolisian dan TNI juga telah dilakukan untuk mengawal pelaksanaan PPKM tersebut. Keputusan itu berlaku 11-30 Juni.

Di sisi lain, Pemkab juga melakukan antisipasi melonjaknya kasus Covid-19 dengan menambah tempat tidur (TT) hingga 2/3 kapasitas di rumah sakit umum daerah dan swasta. Tak hanya itu. Tempat isolasi terpusat bagi orang tanpa gejala telah disiapkan. Di antaranya di hotel, asrama poltekkes, wisma PEM Akamigas, serta di Wisma PPSDM Migas Mentul.

Di RSUD dr. R. Soetijono Blora ruang isolasi Covid-19 yang lama menempati bangsal ruang Wijaya Kusuma. Sedangkan tambahan ruang isolasi pasien Covid-19 menggunakan ruang Flamboyan (dua lantai), dan ruang Teratai. RSUD Blora dan RSUD Cepu telah ditargetkan bisa menambah tempat tidur menjadi 100 unit.

Dari 103 tempat tidur yang tersedia bagi pasien Covid-19 di RSUD Blora, sudah terisi 78 pasien. Saat ini juga sudah tidak ada pasien yang menunggu di luar IGD. Mereka langsung mendapatkan pelayanan di ruang yang disediakan.

Baca Juga: Tahun Ini, Tersedia Lowongan untuk 100 Formasi Perangkat Desa

Di rumah sakit swasta, RS DKT Rumkitban bersedia menambah menjadi 35 TT, RS Permata dari 16 rencana bisa tambah 20 TT, RS PKU Blora dari 19 akan ditambah jadi 24 TT, dan RS PKU Cepu ada 13 akan ditambah 6 TT.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora Edy Widayat mengemukakan, saat ini tempat isolasi terpusat di salah satu hotel di Kecamatan Cepu sudah terisi sekitar 40 orang pasien dari kapasitas total 200-an TT.

‘’Kami menugaskan tenaga kesehatan mulai perawat hingga dokter dari Puskesmas Cepu, Puskesmas Kapuan, Puskesmas Ngroto, Puskesmas Sambong dan Puskesmas Kedungtuban secara bergantian untuk mengawasi tempat isolasi terpusat di hotel itu,’’ kata Edy Widayat.

Sementara itu, menanggapi perubahan status Blora dari zona orange menjadi zona merah persebaran Covid-19, Bupati Blora H Arief Rohman menegaskan akan berupaya lebih maksimal melakukan penanganan. ‘’PPKM akan lebih kami perketat lagi,’’ tegasnya.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

WHO: Awas Lonjakan Mobilitas Warga

Jumat, 17 September 2021 | 14:18 WIB

Menyusuri Jejak Semarang hingga Belanda

Jumat, 17 September 2021 | 01:00 WIB
X