Erick Sebut Ivermectin Obat Terapi Covid-19, Stafsus BUMN Arya Sinulingga: Jelas Salah, Jangan Dipelintir

Red
- Selasa, 22 Juni 2021 | 20:18 WIB
Ivermectin (suaramerdeka.com/dok)
Ivermectin (suaramerdeka.com/dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Ivermectin, obat produksi PT Indofarma Tbk (INAF), yang merupakan anak perusahaan PT Bio Farma beberapa hari ini ramai dibicarakan. Ivermectin disebut-sebut bisa menjadi solusi obat terapi Covid-19.

Namun, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyatakan obat tersebut tak bisa digunakan untuk mengobati pasien corona.

Direktur Registrasi Obat BPOM Lucia Rizka Andalusia mengatakan tak memberikan izin Ivermectin untuk pengobatan pasien Covid-19.

"BPOM memberi izin edar untuk obat cacing, bukan Covid-19," kata Lucia sepeeti dikutip dari Katadata.co.id, Senin (21/6).

Baca Juga: Kembali Beraktifitas Setelah Sembuh Covid-19, Bupati Tegal: Covid Itu Ada Saya Sudah Merasakan

Sedangkan Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga mengatakan, Menteri BUMN Erick Thohir tidak pernah mengatakan bahwa BPOM memberikan izin edar untuk Ivermectin sebagai obat Covid-19.

Dalam sejumlah pemberitaan, Erick mengatakan BPOM telah memberikan izin edar obat tersebut untuk terapi pasien Covid-19.

"Justru beliau mengatakan bahwa BPOM memberikan izin edar untuk Ivermectin itu untuk anti parasit," ujar dia.

Arya mengatakan hingga saat ini pengobatan Covid-19 belum juga ditemukan sehingga semua beberapa obat adalah sarana terapi. Penggunaan Ivermectin ini juga harus berdasarkan reomendasi dokter.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Kata Data

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X