Kebijakan Pengendalian Pandemi Covid-19, Vaksin Adalah Pelengkap

- Selasa, 22 Juni 2021 | 09:24 WIB
Panglima TNI dan Kapolri Pantau Pelaksanaan Vaksinasi di Madiun (suaramerdeka.com/dokumentasi)
Panglima TNI dan Kapolri Pantau Pelaksanaan Vaksinasi di Madiun (suaramerdeka.com/dokumentasi)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Meningkatnya angka kasus positif Covid-19 di banyak wilayah di Indonesia antara lain mengindikasikan belum komprehensifnya pemahaman masyarakat mengenai vaksin dan kebijakan pengendalian pandemi.

Di sisi lain, sebagian kalangan masih menganggap bahwa setelah menerima vaksin tidak perlu lagi menjalankan kebijakan pengendalian atau protokol kesehatan dalam beraktivitas.

“Keberadaan vaksin tetap harus dibarengi dengan perbaikan metode diagnosa, peningkatan kapasitas layanan kesehatan, dan internalisasi protokol kesehatan sebagai gaya hidup baru,” kata Associate Researcher Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Andree Surianta.

Baca Juga: Penanganan Covid-19 Hulu dan Hilir, Ini 2 Hal yang Ditekankan Presiden

Ia melanjutkan bahwa diperlukan pemahaman bahwa vaksin bukanlah pengganti melainkan pelengkap kebijakan pengendalian yang sudah ada. Ia menjelaskan, salah satu efek samping psikologis dari vaksinasi adalah menciptakan rasa aman yang palsu.

Penerima vaksin bisa saja langsung melupakan protokol kesehatan begitu disuntik karena merasa sudah memiliki kekebalan. Padahal vaksin butuh beberapa minggu untuk bekerja.

"Diperlukan kebijakan yang harus dapat memastikan bahwa semua metode pengendalian bekerja bersama dan membentuk kerangka pengendalian pandemi yang menyeluruh  agar dapat memberikan kinerja terbaik dalam mempercepat pemulihan negara ini dari krisis kesehatan terbesar abad ini," imbuhnya.

Baca Juga: Zona Merah Jawa Tengah Bertambah, Ganjar: Semua Saya Minta Stand By

Ia mengatakan kebijakan yang diperlukan seiring dengan digulirkannya vaksinasi, antara lain  adalah peningkatan kapasitas pelacakan Covid-19, pengetatan protokol kesehatan selama vaksinasi dan meluruskan penggunaan tes cepat (rapid test) antibodi.

Vaksin Covid-19 yang beredar sekarang ini kebanyakan memerlukan dua dosis terpisah untuk menghasilkan perlindungan yang optimal hingga kekebalan efektif tidak serta-merta muncul setelah dosis pertama. 

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Munas Alim Ulama, PPP Jajaki Dukungan Capres

Senin, 18 Oktober 2021 | 17:10 WIB

Saatnya, Kawasan Selatan Jabar Jadi Sasaran Menawan

Senin, 18 Oktober 2021 | 15:32 WIB
X