Pendiri AJI Pertanyakan Penelitian Ilmiah JPKL soal BPA Galon Guna Ulang

- Selasa, 22 Juni 2021 | 06:15 WIB
Galon guna ulang. (suaramerdeka.com / dok)
Galon guna ulang. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Salah satu pendiri Aliansi Jurnalis Independen (AJI) yang juga penulis buku  Satrio Arismunandar, mempertanyakan keabsahan penelitian ilmiah yang dilakukan Jurnalis Peduli Kesehatan dan Lingkungan (JPKL) soal kandungan Bisfenol A (BPA) yang ada dalam galon guna ulang.

Menurutnya, apa yang sudah dilakukan JPKL ini sudah di luar ranah jurnalistik.

“Saya heran, sebagai wartawan, kok JPKL masih terus ngotot dan enggan menerima penjelasan BPOM dan pakar keilmuan yang sudah mengatakan bahwa air minum galon guna ulang itu aman dikonsumsi. Apalagi sampai membuat sebuah penelitian segala. Itu uangnya darimana,” kata Satrio mempertanyakan.

Baca Juga: Viral Video Remaja Terjebur di Laut Lepas, TNI AL Puji Mental Anak Tersebut

Seperti diketahui, baru-baru ini JPKL mengaku telah melakukan “eksperimen” atau “penelitian ilmiah” untuk mendukung klaimnya sendiri bahwa BPA yang ada di dalam galon guna ulang itu berbahaya bagi kesehatan.

Mereka mengutarakan membeli enam galon AMDK di minimarket untuk diuji. Pada dua galon, tidak dilakukan treatment apapun.

Dua galon lain dijemur selama seminggu, sedangkan dua galon lainnya lagi dijemur secara ekstrem selama 56 hari. Setelah itu, enam galon itu diserahkan JPKL ke sebuah laboratorium independen, TUV NORD Indonesia Laboratories, untuk dianalisa.

Baca Juga: Kasus Covid-19 RI Catat Rekor 14.536, Total Tembus 2 Juta

Menurut JPKL, hasil analisis laboratorium itu membuktikan, terjadi migrasi BPA dengan besaran di atas ambang toleransi yang diizinkan BPOM.

Tingkat migrasi BPA pada sampel galon isi ulang yang diteliti berkisar antara 2 hingga 4 parts per million (ppm). Sementara, batas toleransi BPOM sebesar 0,6 ppm.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Presiden Minta Jaga Kelestarian Penyu

Jumat, 24 September 2021 | 01:20 WIB

PTM Tak Akan Disetop

Jumat, 24 September 2021 | 01:10 WIB

Membudidayakan Klanceng agar Sejahtera

Jumat, 24 September 2021 | 01:00 WIB

Jokowi Tidak Ingin Ada Konflik Agraria di Banyak Daerah

Kamis, 23 September 2021 | 13:20 WIB
X