Aktivis Lingkungan dan Kepala Daerah Positif Covid-19, Ganjar Ingatkan Saling Jaga Diri

Red
- Senin, 21 Juni 2021 | 19:57 WIB
Ganjar Pranowo kunjungi pasien isolasi di hoteel kencana pati. Foto: dok. jatengprov
Ganjar Pranowo kunjungi pasien isolasi di hoteel kencana pati. Foto: dok. jatengprov

SALATIGA, suaramerdeka.com - Seorang aktivis sekolah sungai di Klaten, Arif, meninggal dunia, membuat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tak bisa menyembunyikan kesedihannya.

Sementara pada saat yang hampir bersamaan banyak juga kepala daerah dan pejabat publik juga terpapar Covid-19.

Ganjar pun berpesan kepada seluruh elemen masyarakat untuk saling menjaga diri. Terlebih varian baru atau varian Delta yang ditemukan di beberapa daerah memiliki tingkat penularan yang sangat cepat dibanding varian sebelumnya.

Baca Juga: Angka Covid-19 Kembali Tinggi, Yoyok Sukawi: Hati-Hati Realisasikan PTM, Perlu Rencana Alternatif

"Semua musti menjaga diri karena variannya ini memang luar biasa, penularannya cepat sekali. Saya hari ini sedang bersedih karena ada teman aktivis sekolah sungai di Klaten, Mas Arif, meninggal dunia.

Ini cepat sekali. Tadi malam saya dikabari kalau beliau masuk rumah sakit dan pagi ini meninggal. Artinya varian ini penularannya cepat apalagi yang komorbid," ujarnya disela gowes sambil mengunjungi RSUD Salatiga dan tempat isolasi terpusat di Salatiga, Minggu 20 Juni 2021.

Ganjar mengatakan, kawan-kawan aktivis, kepala daerah, pejabat publik, dan pekerja lapangan memang memiliki tingkat risiko tinggi terpapar Covid-19. Hal itu dikarenakan mobilitas dan intensitas bertemu orang yang cukup tinggi.

Baca Juga: Abaikan Prokes, Satu Pusat Perbelanjaan dan Tiga Tempat Karaoke Disegel

"Kami tahu, gubernur, kepala dinas, wali kota-wakil wali kota, Bupati/wakil bupati, polisi, dan TNI ini semua di lapangan dan berisiko tinggi," ujarnya.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X