Kasus Covid-19 Meningkat, Menhub Minta PT KAI Lakukan Random Check pada Penumpang KRL

- Senin, 21 Juni 2021 | 09:36 WIB
Gerbong KRL. (suaramerdeka.com / dok)
Gerbong KRL. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Seiring meningkatnya kasus Covid-19 di wilayah Jakarta dan sekitarnya, PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) diminta melakukan tes secara acak (random test) Covid-19 kepada penumpang kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek, di sejumlah stasiun utama

Seperti diungkapkan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebut, KRL merupakan salah satu moda transportasi favorit masyarakat. Karena itulah, perlu perhatian khusus sebagai bagian upaya untuk bersama-sama menekan penyebaran Covid-19.

“Saya mendapat laporan, bahwa jumlah pergerakan penumpang KRL per harinya cenderung meningkat, yaitu sekitar 400-500 ribu penumpang per hari,” kata Menhub dalam usai peninjauan ke Stasiun Jatinegara dan Stasiun Bekasi Timur, Sabtu (19/06/2021).

Baca Juga: Kemenkes Luncurkan Dashboard Covid-19 untuk Pantau Perkembangan Pandemi

Walaupun di masa normal bisa di atas satu juta penumpang, kata Menhub, tetapi ini harus disikapi mengingat saat ini terjadi peningkatan kasus Covid-19.

“Oleh karenanya, kami tugaskan kepada PT KAI untuk melakukan random check di stasiun utama seperti di Gambir, Senen, Manggarai, dan stasiun utama lainnya di lintas Bekasi, Bogor, dan Tangerang,” ujar Budi.

Lebih lanjut Budi Karya menjelaskan, tes secara acak ini perlu dilakukan untuk memberi peringatan kepada masyarakat bahwa saat ini sedang terjadi peningkatan kasus Covid-19 dan diharapkan masyarakat tidak melakukan perjalanan jika tidak ada keperluan mendesak.

Baca Juga: Penanganan Covid-19 Jepara, Dewan Minta Jangan Ada Lagi Pasien Telantar

“Kami mengimbau kepada masyarakat kalau kondisi tidak begitu fit dan merasa sakit agar menghindari perjalanan dan juga pergerakan yang tidak perlu,” ujarnya.

Lebih lanjut Menhub mengungkapkan, Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Darat akan menyediakan bus-bus di sejumlah titik stasiun sebagai alternatif angkutan agar kondisi penumpang kereta tidak berdesakan.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X