Lonjakan Pasien Covid-19, Sebanyak 2.400 Tempat Tidur Tambahan Disiapkan

- Minggu, 20 Juni 2021 | 20:24 WIB
Ilustrasi tempat isolasi mandiri pasien Corona. Foto/Antara
Ilustrasi tempat isolasi mandiri pasien Corona. Foto/Antara

BANDUNG, suaramerdeka.com - Pemprov Jabar tengah menyiapkan 2.400 tempat tidur tambahan di rumah sakit untuk pasien Covid-19. Menurut Gubernur Ridwan Kamil, sebanyak 382 rumah sakit di wilayahnya sedang mengalami lonjakan pasien dan petugas medis kewalahan.

Meski demikian, dia meminta persoalan tingkat keterisian rumah sakit itu bisa dipahami. Karena ada kecenderungan, pengertian yang beredar, rasio itu dianggap mencakup kapasitas total sebuah RS.

Padahal, tingkat keterisian itu menyangkut penyediaan kamar khusus penanganan Covid-19 yang mengambil porsi sekitar 20 persen dari jumlah kamar keseluruhan yang tersedia di fasilitas layanan kesehatan tersebut.

Baca Juga: Pembelajaran Tatap Muka Tunggu Pandemi Mereda, Kesehatan Guru dan Siswa Lebih Utama

Dari jumlah rumah sakit rujukan itu, katanya, tingkat keterisian memang terus meningkat. “Dengan demikian, pada tahap sekarang sesuai prosedur kedaruratan Covid-19, Pemprov menambahi dari yang rata-rata 20 persen itu menjadi 30 persen. Bahasa singkatnya, sedang dipersiapkan 2.400 tempat tidur baru,” katanya dalam keterangannya akhir pekan ini.

Pihaknya pun menegaskan bahwa Satgas COVID-19 Jabar berupaya mengantisipasi dengan menambah setiap rumah yang mengalami peningkatan keterisian tempat tidurnya.

Ditambahkan, apabila setiap rumah sakit mengalami peningkatan keterisian tempat tidur, walaupun sudah dinaikkan menjadi 40 persen, maka Jabar akan siapkan rumah sakit darurat guna mengantisipasi lonjakan tersebut.

“Jadi urutannya begini. Urutannya adalah dari 20 persen yang dialokasikan sekarang kebijakannya dinaikkan menjadi 30 persen. Kalau masih kurang dinaikkan lagi ke 40 persen. Sampai betul-betul tidak memungkinkan barulah masuk ke tahap berikutnya yaitu membuat rumah sakit darurat,” jelasnya.

Dalam kaitan itu, pihaknya akan segera memanfaatkan gedung baru RSUD Otto Iskandardinata yang berada di Soreang, Kabupaten Bandung untuk dijadikan tempat perawatan pasien COVID-19. Semula, RS tersebut merupakan pindahan dari RSUD Soreang.

Baca Juga: Nilai Pancasila, Karya 50 Pelukis akan Dipamerkan di Mall

"Tapi mengingat urgensi waktu tinggal dua minggu menurut statistik kedaruratan ini saya menyarankan ke bupati agar ini langsung saja untuk pasien Covid-19. Mudah-mudahan dengan strategi penambahan ini, bisa mengurangi tekanan terhadap rumah sakit,” kata Emil.

Dalam kaitan SDM Nakes, Pemprov telah bekerja sama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk mengisi kekurangan tenaga kesehatan di RS yang rujukan pasien COVID-19 dan juga di RS baru Soreang.

“Sebelumnya, kita sempat memberhentikan 500 relawan Nakes karena pas salat Idul Fitri itu keterisian rumah sakit se-Jabar hanya 29 persen. Makanya, relawan-relawannya kami pulangkan dulu. Nah sekarang kita panggil lagi karena memang kondisinya seperti ini,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Sejarah Kata Santri, Begini Pendapat Cak Nur

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 08:18 WIB

Kemenpora Lunasi Tunggakan LADI ke Laboratorium Qatar

Jumat, 22 Oktober 2021 | 21:02 WIB

Anak di Bawah 12 Tahun Kembali Diperbolehkan Naik KA

Jumat, 22 Oktober 2021 | 20:33 WIB
X