Drone dan Base Station Mobile Disiapkan, Deteksi Korban Bencana dari Sinyal Ponsel

- Minggu, 20 Juni 2021 | 20:22 WIB
sm/dok
sm/dok

BANDUNG, suaramerdeka.com - Sejatinya, alat ini bertujuan untuk membantu pemulihan jaringan komunikasi di wilayah terdampak bencana.

Hanya saja, fungsinya kemudian dikembangkan sehingga diproyeksikan mampu mendeteksi korban bencana terutama gempa dengan cara mengoptimalkan sinyal dari telepon seluler yang dimiliki banyak masyarakat.

Ujicoba alat yang dinamakan mobile cognitive radio base station (MCRBS) itu sudah dilakukan. Termuktakhir dilakukan pada bulan Juni ini di Padang. Hasilnya, base station mobile itu menunjukan kinerja positif.

Baca Juga: MotoGP Jerman: Tampil Dominan, Marc Marquez Juara

Sedangkan satu lagi perangkat lainnya yakni drone dengan sistem serupa masih dalam pengembangan. Akhir tahun ini ditargetkan rampung.

"Ketika gempa hebat, bangunan warga terdampak, berapa banyak yang kemungkinan masih terjebak di reruntuhan tak diketahui. Tapi sepanjang sinyalnya ada, karena teleponnya otomatis berusaha konek ke BTS, sekali pun jaringan terganggu, sinyal itu yang kemudian ditangkap MCRBS, sehingga bisa ketahuan area posisinya," kata Direktur Advanced Intelligent Comms (AICOMS) Telkom University, Khoirul Anwar (42) saat dihubungi pekan lalu.

Untuk keperluan pencarian itu pula MCRBS pada saat difungsikan bisa melayani teknologi multigenerasi dari mulai 2G, 3G, 4G, bahkan 5G. Dalam ujicoba yang dilakukan, alat yang terdiri tower, antena, sistem daya, dan sistem kontrol itu tak hanya berfungsi pada saat statis tapi juga secara mobile.

"Pada ujicoba Februari, posisi alat difungsikan pada saat tak bergerak, tapi kan dalam penanganan bencana, diperlukan gerak cepat, karenanya kita coba alatnya sambil bergerak. Dari hasil skrining, sinyal yang dipancarkan ketangkap semua," katanya.

Berapa banyak sinyal yang bisa terekam, pria asal Kediri itu menyebut bahwa cakupan MCRBS mencapai 1 Km. Hanya saja, hal tersebut tergantung dari optimalisasi antena.

Selain itu, dalam operasionalnya, base station itu ditunjang dengan tiga pasokan catu daya yakni genset dan baterai yang bisa beroperasi dalam 6 jam, plus panel surya. Dengan demikian, geraknya bisa berkelanjutan dalam menunjang kegiatan tanggap darurat.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

X