Stunting Dipicu Makanan Tidak Bergizi, KPPA Ingatkan Susu Kental Manis Bukan untuk Bayi

Red
- Sabtu, 19 Juni 2021 | 17:37 WIB
Susu/Ilustrasi Pixabay/Myriams-Fotos
Susu/Ilustrasi Pixabay/Myriams-Fotos


JAKARTA, suaramerdeka.com - Pemberian makanan tidak bergizi kepada anak seperti susu kental manis berpotensi melanggar hak anak. Hal tersebut diungkapkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (19/6)

"Kita harus jaga betul agar susu kental manis tidak diberikan kepada bayi. Pemenuhan hak anak terlanggar bila susu kental manis terus diberikan sebagai minuman pengganti susu untuk anak," kata Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Kesehatan dan Pendidikan, Kemen PPPA Entos Zainal seperti dikutip dari Antara

Pemenuhan hak anak atas makanan bergizi menjadi upaya bersama agar tidak menjadi korban stunting.

Baca Juga: Petani Porang Desa Tukang Raup Ratusan Juta Rupiah Sekali Panen

Untuk itu, demi mempercepat target penurunan prevalensi stunting, Kementerian PPPA mengajak seluruh elemen masyarakat ikut berperan mengkampanyekan ASI eksklusif sebagai bekal anak tumbuh dengan status gizi yang baik.

"Isu kesehatan yang paling berpengaruh pada anak dan remaja adalah stunting, malnutrisi, anemia, penyakit tidak menular, kesehatan reproduksi, HIV/ AIDS, kekerasan, rokok dan narkoba," papar Entos dalam diskusi Koalisi Perlindungan Kesehatan Masyarakat (KOPMAS) bertema Lingkaran Setan Gizi Buruk di Indonesia.

Ketua Bidang Advokasi KOPMAS R. Marni menyampaikan permasalahan gizi anak dan remaja bersumber pada keluarga.

Baca Juga: Gandeng UPB, Pemkab Kebumen Kembangkan 5 Kawasan Perdesaan

"Bagaimana kebiasaan makan anak, bagaimana gaya hidup anak saat remaja hingga dewasa, apakah anak-anak tumbuh dengan gizi yang cukup atau malah beresiko anemia, ini tergantung dari bagaimana perlakuan keluarga terhadap anak," katanya.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X