Di Balik Alasan Bung Karno Memilih Tanggal 17 Agustus 1945 untuk Memproklamasikan Kemerdekaan

- Selasa, 16 Agustus 2022 | 17:51 WIB
Rumah bersejarah Rengasdengklok/Disparbud Karawang
Rumah bersejarah Rengasdengklok/Disparbud Karawang

Seperti dilansir dari artikel Membuka Catatan Sejarah: Detik-Detik Proklamasi, 17 Agustus 1945 yang ditulis Dadan Wildan, dalam laman setneg.go.id, pada siang sebuah pondok bambu berbentuk panggung di tengah persawahan Rengasdengklok, Bung Karno mengemukakan filosofinya tentang waktu yang tepat untuk proklamasih Indonesia.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik H Mutahar, Pencipta Lagu 'Hari Merdeka', No 3 Tokoh di Balik Paskibraka

Dengan suara rendah ia mulai berbicara,’’Yang paling penting di dalam peperangan dan revolusi adalah saatnya yang tepat. Di Saigon, saya sudah merencanakan seluruh pekerjaan ini untuk dijalankan tanggal 17.’’

Saat ditanya Sukarni, ‘’Mengapa justru diambil tanggal 17, mengapa tidak sekarang saja, atau tanggal 16?’’

Soekarno menjawab, ‘’Saya seorang yang percaya pada mistik. Saya tidak dapat menerangkan dengan pertimbangan akal, mengapa tanggal 17 lebih memberi harapan kepadaku. Akan tetapi saya merasakan di dalam kalbuku, bahwa itu adalah saat yang baik. Angka 17 adalah angka suci.’’

Baca Juga: Eksotiknya Wanita Berkebaya, Tertawan Hati Mantan Presiden Soekarno Memendam Hasrat

Kemudian dia melanjutkan, ‘’Pertama-tama kita sedang berada dalam bulan suci Ramadhan, waktu kita semua berpuasa, ini berarti saat yang paling suci bagi kita. Tanggal 17 besok hari Jumat, hari Jumat itu Jumat legi, Jumat yang berbahagia, Jumat suci. Al-Quran diturunkan tanggal 17, orang Islam sembahyang 17 rakaat, oleh karena itu kesucian angka 17 bukanlah buatan manusia!’’

Mendengar penjelasan tersebut, mengertilah Sukarni dan kawan-kawannya, yang sebelumnya merasa bahwa tindakan mereka sebagai tindakan patriotik. ***

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X