Penculikan Rengasdengklok, Drama Mendebarkan Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945, Bikin Pemuda Paham

- Selasa, 16 Agustus 2022 | 17:07 WIB
Peristiwa Rengasdengklok/wikipedia
Peristiwa Rengasdengklok/wikipedia

SEMARANG, suaramerdeka.com – Setelah tidak terjadi kata sepakat di Jakarta menjelang Proklamasi 17 Agustus 1945, antara pemuda dan golongan tua, Soekarno-Hatta justru dibawa para pemuda ke Rengasdengklok.

Pagi itu, pukul 04.00 dinihari, 16 Agustus 1945, Soekarno dan Hatta oleh sekelompok pemuda dibawa ke Rengasdengklok. Aksi penculikan itu sangat mengecewakan Bung Karno, sebagaimana dikemukakan Lasmidjah Hardi (1984:60).

Seperti dilansir dari artikel Membuka Catatan Sejarah: Detik-Detik Proklamasi, 17 Agustus 1945 yang ditulis Dadan Wildan, dalam laman setneg.go.id, Bung Karno marah dan kecewa, terutama karena para pemuda tidak mau mendengarkan pertimbangannya yang sehat.

Baca Juga: Cek Link Tiket Nonton PSIS Semarang vs Persik Kediri di Stadion Jatidiri, Semarang

Para pemuda menganggap perbuatannya itu sebagai tindakan patriotik. Melihat keadaan dan situasi yang panas, Bung Karno tidak mempunyai pilihan lain, kecuali mengikuti kehendak para pemuda untuk dibawa ke tempat yang mereka tentukan.

Fatmawati istrinya, dan Guntur yang pada waktu itu belum berumur satu tahun, ia ikut sertakan.

Rengasdengklok adalah kota kecil, dekat Karawang. Letaknya terpencil sekitar 15 km dari Kedunggede Karawang. Sehingga mudah mendeteksi jika ada gerakan tentara Jepang yang mendekati Rengasdengklok, baik dari arah Jakarta maupun dari arah Bandung atau Jawa Tengah.

Baca Juga: Eksotiknya Wanita Berkebaya, Tertawan Hati Mantan Presiden Soekarno Memendam Hasrat

Sehari penuh, Soekarno dan Hatta berada di Rengasdengklok. Maksud para pemuda untuk menekan mereka, supaya segera melaksanakan Proklamasi Kemerdekaan terlepas dari segala kaitan dengan Jepang, rupa-rupanya tidak membuahkan hasil.

Tetapi Soekarno-Hatta adalah tokoh besar, wibawanya sangat besar, sehingga tidak mempan ditekan pemuda. Karena itulah, para pemuda yang membawanya ke Rengasdengklok, juga sungkan untuk menekan dua tokoh proklamator itu lebih keras lagi.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X