Terjadi Debat Panas Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945, Begini Kata Bijak Ir Soekarno

- Selasa, 16 Agustus 2022 | 13:29 WIB
Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.(Instagram/#teksproklamasikemerdekaanindonesia)
Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.(Instagram/#teksproklamasikemerdekaanindonesia)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 menjadi peristiwa amat penting bagi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tanpa peristiwa proklamasi tersebut, entah apa jadinya negeri ini.

Sebelum akhirnya Ir Soekarno membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945, terjadi perdebatan panas antara pemuda dan golongan tua.

Dalam artikel Membuka Catatan Sejarah: Detik-Detik Proklamasi, 17 Agustus 1945 yang ditulis Dadan Wildan, dalam laman setneg.go.id, tergambar jelas bagaimana panasnya suasana menjelang proklamasi.

Baca Juga: Asyik, 4 Zodiak Mandi Rezeki dan Cuan di Minggu Ketiga Agustus 2022, Anda Termasuk?

Tanggal 15 Agustus 1945, kira-kira pukul 22.00, di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, tempat kediaman Bung Karno, berlangsung perdebatan serius antara sekelompok pemuda dengan Bung Karno mengenai Proklamasi Kemerdekaan sebagaimana dilukiskan Lasmidjah Hardi (1984:58); Ahmad Soebardjo (1978:85-87) sebagai berikut:

"... Sekarang Bung, sekarang…! malam ini juga kita kobarkan revolusi…! kata Chaerul Saleh dengan meyakinkan Bung Karno bahwa ribuan pasukan bersenjata sudah siap mengepung kota dengan maksud mengusir tentara Jepang..."

“Kita harus segera merebut kekuasaan! tukas Sukarni berapi-api. Kami sudah siap mempertaruhkan jiwa kami... ! seru mereka bersahutan.

Baca Juga: Selamat Ya 7 Zodiak Ini, Raih Keberuntungan Termasuk Rezeki dan Cuan Berlimpah, Selasa, 16 Agustus 2022

Wikana malah berani mengancam Soekarno dengan pernyataan; ... Jika Bung Karno tidak mengeluarkan pengumuman pada malam ini juga, akan berakibat terjadinya suatu pertumpahan darah dan pembunuhan besar-besaran esok hari .

Mendengar kata-kata ancaman seperti itu, Soekarno naik darah dan berdiri menuju Wikana sambil berkata: Ini batang leherku, seretlah saya ke pojok itu dan potonglah leherku malam ini juga! Kamu tidak usah menunggu esok hari!

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X