Panggilan 'Gus' di Nama Samsudin Jadab Tuai Kontroversi, Ini Penjelasan NU

- Senin, 15 Agustus 2022 | 14:53 WIB
Samsudin Jadab (Youtube PADEPOKAN NUR DZAT SEJATI)
Samsudin Jadab (Youtube PADEPOKAN NUR DZAT SEJATI)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Samsudin Jadab atau lebih dikenal dengan Gus Samsudin sedang hangat diperbincangkan publik lantaran dituduh melakukan praktik layaknya dukun di Padepokan Nur Dzat Sejati miliknya di Blitar Jawa Timur.

Samsudin juga terlibat cekcok dengan Youtuber bernama Marcel Radhival atau Pesulap Merah yang kerap memecahkan praktik gaib.

Merespon hebohnya Gus Samsudin itu, pengasuh Pondok Pesantren Al-Kamiliyyah Cibarusah Bekasi Jawa Barat, Farhan Sahlani Kamil mengecam penyematan panggilan 'Gus' dalam nama yang bersangkutan.

Baca Juga: Bangga! 7 Tempat di Negara Ini Mengabadikan Nama Soekarno, dari Masjid hingga Taman

"Dampak dari peristiwa ini pastinya kepercayaan masyarakat terhadap kalangan "gus" dan "kiai" akan berkurang atau tercoreng karena adanya oknum-oknum seperti ini," ujar Gus Farhan, dilansir dari NU Online, Senin (15/8/2022).

Pihaknya juga menyayangkan peristiwa itu terjadi, pasalnya masyarakat dengan mudah mengultuskan seseorang yang berpenampilan islami menjadi tokoh agama. Dalam hal ini, sebutan Gus Samsudin yang dilabelkan oleh masyarakat sebagai ahli spiritual.

"Sangat menyayangkan karena fenomena di masyarakat saat ini ketika ada seseorang yg berpakaian agamis, bisa melihat atau mengetahui hal ghaib ini dengan mudah langsung mendapatkan kepercayaan dari masyarakat," ungkapnya.

Baca Juga: Eksotiknya Wanita Berkebaya, Tertawan Hati Mantan Presiden Soekarno Memendam Hasrat

Oleh sebab itu, Gus Farhan menghimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menanggapi orang yang dikultuskan menjadi tokoh agama.

"Saya kembalikan kepada masyarakat untuk menilainya yang jelas kita harus lebih hati-hati dan teliti jangan sampai terbuai oleh pakaian atau panggilan saja," tutur pria yang pernah menempuh pendidikan di Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gempa Bumi Guncang Aceh, BMKG: Ada Dua Gempa Susulan

Minggu, 25 September 2022 | 18:50 WIB
X