Adanya Ancaman Krisis Pangan, Jokowi Ajak Rakyat Tak Bergantung Pada Beras Lagi

- Minggu, 14 Agustus 2022 | 16:53 WIB
Ilustrasi Beras (Pixabay)
Ilustrasi Beras (Pixabay)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pemerintah kini menginginkan diversifikasi bahan pangan di Indonesia.

Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa konsumsi utama masyarakat tidak bergantung hanya pada beras saja.

Dalam sebuah kesempatan, Jokowi juga mengingatkan rakyat akan diversifikasi makanan yang tidak hanya bergantung pada beras saja.

"Diversifikasi pangan, hati-hati, kita tidak hanya tergantung pada beras tetapi harus kita mulai untuk jenis-jenis bahan pangan yang lainnya," kata Jokowi saat Penyerahan Penghargaan dari International Rice Research Institute Kepada Pemerintah RI yang disiarkan secara online, Minggu 14 Agustus 2022

Baca Juga: Omong Terlalu Banyak ke Media jadi Sebab Jenderal X Intervensi dan Cabut Kuasa Deolipa atas Bharada E?

Di tengah ancaman krisis pangan di tingkat global, pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi menjamin ketercukupan pangan di dalam negeri dan sekaligus memberikan kontribusi bagi kecukupan pangan dunia.

Indonesia sedari dulu memang erat dengan bahan pangan beras untuk dikonsumsi sehari-hari.

Menurut Jokowi, tujuh tahun lalu Indonesia harus impor 3,5 juta ton jagung. Sedangkan hari ini, Indonesia hanya impor kira-kira 800 ribu.

"Ini sebuah lompatan yang sangat besar sekali dan kita harapkan dengan terus-menerus kita konsentrasi ke sana insya Allah kita sudah tidak impor jagung lagi dalam 2-3 tahun mendatang, seperti beras yang sudah 3 tahun kita tidak impor," ujarnya.

Baca Juga: Fotonya Disebut Putri Candrawathi Istri Jendral, Selebgram Vivi Kesal, Siap Somasi Media

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X