Kadiv Humas Polri Minta Publik Sabar dan Bisa Bedakan Irsus dan Timsus Terkait Pengamanan Ferdy Sambo

- Minggu, 7 Agustus 2022 | 16:49 WIB
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo. (Dok Polri)
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo. (Dok Polri)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Mantan kadiv Propam Polri Irjen Pol. Ferdy Sambo ditempatkan di ruang khusus di Mako Brimob sejak Sabtu, 6 Agustus 2022.

Proses ini dijelaskan oleh Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo sebagai langkah atas kasus pelanggaran kode etik.

Kode etik yang dimaksud, yakni terkait profesionalisme dalam proses penyidikan polisi atas meninggalkan Brigadir J di tangan Bharada E.

"Dari pemeriksaan Inspektorat Khusus (Irsus) terkait pemeriksaan kasus tersebut sudah memeriksa sekitar 10 saksi,"

"Dari 10 saksi itu beberapa bukti dari Irsus menetapkan bahwa FS diduga melakukan pelanggaran terkait dengan masalah ketidakprofesionalan dalam olah TKP," terangnya pada wartawan di Mabes Polri, Sabtu malam.

Baca Juga: Terungkap, Ini 3 Keistimewaan Puasa Asyura, Puasa Sunhah pada 10 Muharram Besok 8 Agustus 2022

Ferdy Sambo terbukti melakukan pelanggaran, karena dianggap menghalangi proses penyidikan yang dilakukan tim penyidik.

Meski demikian, Dedi meluruskan status Sambo yang sempat beredar, bahwa ia belum menjadi tersangka atas kasus tersebut.

"Jadi belum sebagai tersangka. Kalau tersangka itu siapa yang menetapkan yang menetapkan itu kan Timsus. Ini kan Irsus jadi jangan sampai salah," tegasnya.

Atas pengamanan di ruangan khusus ini, Dedi meminta masyarakat untuk bersabar.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X