Kementan dan Peruri Jalin Kerja Sama, Perluas Cakupan Pendataan Ternak Pasca Vaksinasi PMK Secara Digital

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 16:22 WIB
Penandatanganan kerja sama Kementan dengan Peruri untuk pengadaan Eartag Secure QR Code untuk ternak (suaramerdeka.com / dok Peruri)
Penandatanganan kerja sama Kementan dengan Peruri untuk pengadaan Eartag Secure QR Code untuk ternak (suaramerdeka.com / dok Peruri)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kementerian Pertanian (Kementan) memperluas cakupan jumlah penandaan dan pendataan ternak pasca vaksinasi Penyakit Kuku dan Mulut (PMK).

Caranya dengan menggunakan tanda pengenal atau identitas pada ternak berupa Eartag Secure QR Code yang terhubung secara digital.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Nasrullah saat menghadiri penandatanganan kerja sama dengan Peruri untuk pengadaan Eartag Secure QR Code untuk ternak yang dilaksanakan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Rabu 3 Agustus 2022.

Baca Juga: Vaksinasi Kini Gencar Dilakukan di Sentra Ternak yang Nihil Kasus PMK

Nasrullah menjelaskan, penandaan dan pendataan yang dilakukan pada ternak pasca vaksinasi PMK ini menggunakan tanda pengenal atau identitas pada ternak berupa Eartag Secure QR Code.

Adapun tanda ini terhubung secara digital melalui aplikasi yang bernama “Identik PKH” pada handphone berbasis android.

Aplikasi tersebut sudah tersedia dan dapat diunduh melalui Google PlayStore.

Hal ini menurutnya dilakukan terutama untuk mengidentifikasi ternak-ternak yang telah divaksin melalui kartu vaksin virtual yang dapat dilihat oleh siapapun melalui aplikasi tersebut.

Baca Juga: Bagaimana Perlakukan Hewan Setelah Vaksin PMK? Simak Penjelasan Dokter Berikut

“Pemasangan eartag ini bertujuan untuk memudahkan pencatatan dan pendataan, serta seleksi dalam tata laksana pemeliharaan,” ungkap Dirjen PKH Nasrullah.

“Kami kerja sama dengan Peruri untuk pengadaan eartag Secure QR Code sebanyak 14.825.819 unit yang akan didistribusikan ke 23 provinsi di Indonesia yang terdampak PMK,” imbuhnya.

Nasrullah menyebutkan, kerja sama untuk penandaan hewan dengan pemasangan tanda pengenal atau identitas (Eartag Secure QR Code) dengan Peruri ini merupakan kali kedua setelah yang pertama melalui kegiatan pilot project penandaan dan pendataan ternak paska vaksinasi PMK di Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga: Jelang Hari Raya Idul Adha Waspadai Penyakit PMK yang Menyerang Hewan Ternak, Ini Gejalanya

“Pendataan secara digital ini dilakukan untuk memonitoring jumlah populasi hewan, status reproduksi dan distribusi melalui penerapan teknologi informasi dan komunikasi,” tungkas Nasrullah.

Nasrullah menjelaskan, penandaan akan dilakukan pada hewan rentan PMK seperti sapi, kerbau, kambing, domba dan babi.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X