Kemenko Kemaritiman dan Investasi Terjunkan Tim Khusus Kaji Isu Hambatan Perkembangan Pembangunan

- Sabtu, 19 Juni 2021 | 09:36 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan /Foto biografiku
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan /Foto biografiku

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi akan menurunkan tim khusus untuk melihat isu-isu yang menjadi hambatan perkembangan pembangunan sejumlah antara lain jalan tol Cisumdawu, Semarang-Demak, dan exit tol KIT Batang.

Keputusan itu diambil Menko Luhut Panjaitan yang didampingi Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan, Septian Hario Seto.

Sebelumnya mereka setelah membahas update progres pembebasan lahan dan konstruksi di tol Cisumdawu, isu tanah musnah di tol Semarang-Demak, dan mekanisme penyerahan tanah kepada PUPR di exit tol Kawasan Industri Terpadu (KIT) KIT Batang.

Baca Juga: Dialog dengan Penerima Kartu Prakerja di Solo, Airlangga: Akan Lebih Ramah untuk Disabilitas

Luhut mengatakan perkembangan ruas tol Semarang-Demak menjadi perhatian presiden. Hasil kunjungan presiden pada 11 Juni 2021, perlunya tambahan lahan pembebasan di sisi dalam tanggul, karena berpotensi menjadi kering dan menjadi masalah ke depannya jika tidak dibebaskan.

“Sebagai catatan, ruas Semarang-Demak ini juga menjadi perhatian presiden beberapa waktu lalu yang sudah melakukan kunjungan ke ruas Semarang-Demak, hingga sepatutnya isu tanah musnah ini bisa kita selesaikan secara cepat,” jelas Menko Luhut di Jakarta, Kamis (17/6).

Dari laporan tercatat progres konstruksi pembebasan lahan pada seksi 1 Cileunyi-Rancakalong sudah mencapai 77,42 persen, seksi 2 Rancakalong-Sumedang 91,99 persen.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Melonjak, PTM Sebaiknya Disesuaikan dengan Situasi dan Kondisi Daerah

Kemudian seksi 3 Sumedang-Cimalaka 100 persen, seksi 4 Cimalaka-Legok 0 persen, seksi 5 Legok-Ujungjaya 0 persen, seksi 6 Ujungjaya-Dawuan 36,83 persen (6A) dan 11,84 persen (6B).

Selanjutnya, perkembangan ruas tol Semarang-Demak perlu tambahan lahan pembebasan di sisi dalam tanggul, karena berpotensi menjadi kering dan menjadi masalah ke depannya jika tidak dibebaskan.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Immune Booster Disalurkan ke Korban Banjir Lebak

Minggu, 19 September 2021 | 11:16 WIB

Membiasakan Hidup Bersama Covid-19

Minggu, 19 September 2021 | 00:34 WIB

Pandemi dan Keseimbangan Hidup

Minggu, 19 September 2021 | 00:21 WIB
X