KIB Cari Anggota Baru, Pengamat: belum Kuat atau Cari Penengah

- Senin, 1 Agustus 2022 | 15:54 WIB
Pengamat politik dari Universitas Paramadina,  Hendri Satrio. (foto: instagram Hendri Satrio)
Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio. (foto: instagram Hendri Satrio)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pengamat Politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio mengatakan, keinginan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) untuk menambah anggota lagi adalah karena dianggap belum kuat atau memang mencari penengah.

“Nah kalau ada satu lagi, jadi penengah atau mungkin bisa jadi jalan keluar. Atau jangan-jangan KIB memang belum kuat, panik sehingga cari satu parpol lagi.” kata pria yang akrab disapa Hensat ini.

KIB terdiri dari Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Baca Juga: Bahagianya 7 Zodiak Ini, Sebab Akan Diikuti Keberuntungan dan Rezeki Lancar, Senin, 1 Agustus 2022

Jika digabungkan ketiganya, sudah mencukupi ambang batas presidential threshold atau ambang batas capres 20 persen kursi DPR RI atau 25 persen suara nasional.

“Kalau kemudian sudah 20 persen masih cari lagi dan menganggap belum kuat, berarti memang tidak kuat sebetulnya. Ada kepanikan dalam KIB bahwa salah satu anggotanya akan pergi meninggalkan KIB,” ucap Hensat.

Ada tiga kemungkinan kenapa KIB ngebet mencari anggota baru.

Baca Juga: Berbahagialah 7 Zodiak Ini, Akan Dikunjungi Keberuntungan dan Banyak Rezeki, Senin, 1 Agustus 2022

Pertama, memang untuk membuat koalisi lebih kuat.

Kedua, parpol baru ini menjadi cadangan bilang salah satu anggota asli koalisi keluar.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X