Terjerat Kasus Suap, Berapa Uang yang Diterima Mardani H Maming? Simak Penjelasan KPK

- Jumat, 29 Juli 2022 | 09:12 WIB
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata tengah memberi keterangan pers di Gedung KPK dengan latar belakang tersangka Mardani H Maming (Twitter@KPK_RI)
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata tengah memberi keterangan pers di Gedung KPK dengan latar belakang tersangka Mardani H Maming (Twitter@KPK_RI)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Mantan Bupati Tanah Bumbu, Mardani H Maming diduga menerima suap dan gratifikasi terkait izin usaha pertambangan di Kabupaten Tanah Bumbu.

Salah satu pihak yang dibantu Mardani H Maming yakni pengendali PT Prolindo Cipta Nusantara (PCN) Henry Soetio pada 2010.

"(Membantu) untuk memperoleh IUP (izin usaha pertambangan) OP (operasi dan produksi) milik PT BKPL (Bangun Karya Pratama Lestari) seluas 370 hektare yang berlokasi di Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan," ujar Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata di Gedung Merah Putih KPK, Kamis 28 Juli 2022.

Baca Juga: Baca Prediksi Karir dan Keuangan Zodiak Capricorn, Aquarius, Pisces, Aries, Taurus, Gemini, Sabtu 30 Juli 2022

Dalam kasus ini, KPK juga meyakini Mardani H Maming meminta Henry untuk mengurus izin pelabuhan untuk menunjang aktivitas operasional pertambangan.

Usaha pertambangan itu juga diyakini telah dimonopoli PT Angsana Terminal Utama (ATU).

"Yang adalah perusahaan milik Mardani Maming," tandas Marwata.

PT ATU ini merupakan perusahaan fiktif yang sengaja dibuat Mardani.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Semarang 28 Juli 2022: Berawan Sepanjang Hari

Tujuannya untuk mengolah dan melakukan usaha pertambangan hingga membangun pelabuhan di Kabupaten Tanah Bumbu.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ikadin : Profesi Advokat Wajib Junjung Kode Etik

Rabu, 28 September 2022 | 15:40 WIB
X