2.067 Mahasiswa IPDN Diwisuda, Mendagri Tito Tantang Alumni Cepat Tepat Respon Persoalan Masyarakat

- Kamis, 28 Juli 2022 | 18:56 WIB
Mendagri Tito Karnavian hadir dalam wisuda 2.067 mahasiswa IPDN (suaramerdeka.com/dok)
Mendagri Tito Karnavian hadir dalam wisuda 2.067 mahasiswa IPDN (suaramerdeka.com/dok)

JATINANGOR, suaramerdeka.com – Alumni IPDN ditantang untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan yang baik, amanah dan memiliki kecepatan serta ketepatan dalam merespon berbagai persoalan masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Prof. Drs. H.  Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D dihadapan wisudawan IPDN.

Menurut Rektor IPDN, Dr. Hadi Prabowo, M.M tahun ini IPDN meluluskan 2.067 orang wisudan yang terdiri atas lulusan Program Doktor Ilmu Pemerintahan (S3) sebanyak 37 orang, Program Magister Ilmu Pemerintahan (S2) sejumlah 38 orang dan Program Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan sebanyak 1.992 orang.

Baca Juga: Sebelum Meninggal, Kopda M Sempat Minta Maaf ke Orang Tuanya

Ini merupakan tahun ketiga acara wisuda digelar tanpa mengundang orang tua maupun keluarga wisudawan, hal dilakukan karena situasi masih dalam kondisi pandemi covid-19.

“Tahun ini, lulusan terbaik Program Doktor (S3) Ilmu Pemerintahan IPDN diraih oleh Dr. H. Sattar Taba, S.E., M.IP dengan IPK 3,83 sedangkan lulusan terbaik Program Magister (S2) Ilmu Pemerintahan diraih oleh Yasinta Dwi Lestari, S.STP., M.Tr.IP dengan IPK 3,83. Program Sarjana Terapan (D-IV) Ilmu Pemerintahan melahirkan M.Isyraqi Aufar Suseso, S.Tr.IP asal pendaftaran Provinsi D.I. Yogyakarta sebagai lulusan terbaik IPDN dengan IPK 3,916 serta berhak menerima penghargaan Kartika Astha Brata”, ujar Hadi Prabowo.

Pada kesempatan ini Mendagri juga menyampaikan bahwa IPDN dibentuk oleh Kementerian Dalam Negeri dengan tujuan untuk membentuk calon kader pamong praja muda IPDN sedemikian rupa agar dapat berperan sebagai motivator, inovator serta pelopor pembangunan dan pelayanan masyarakat serta menjadi aktor perekat persatuan dan kesatuan bangsa.

Baca Juga: Gelar Pembinaan, Pendidik LPQ Diharap Wujudkan Generasi Cinta Alquran

“Untuk itu lembaga pendidikan IPDN ini harus kita tata dan kembangkan agar dapat menjadi lembaga pendidikan kader pamong praja yang berkualitas, inovatif, kompetitif dan anti radikalisme agar dapat mewujudkan visi Indonesia Maju 2020-2024 seperti yang disampaikan oleh Bapak Presiden”, tuturnya.

Mendagri juga memberikan apresiasi yang tinggi atas beberapa inovasi yang telah dilakukan oleh IPDN sesuai dengan yang telah disampaikan oleh Rektor IPDN dalam laporannya diantaranya terkait perubahan statuta IPDN, penataan kelembagaan, kurikulum, laboratorium program studi, home base dosen, akuntabilitas sistem SPCP dan pengembangan smart campus serta sistem informasi akademik.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X