Survei LSN: Capres Berlatar Belakang TNI Diminati Masyarakat

- Jumat, 15 Juli 2022 | 13:59 WIB
Direktur Eksekutif Lembaga Survei Nasional (LSN), Gema Nusantara Bakry saat konferensi pers terkait hasil survei nasional terbaru, Jumat 15 Juli 2022. (suaramerdeka.com / dok LSN)
Direktur Eksekutif Lembaga Survei Nasional (LSN), Gema Nusantara Bakry saat konferensi pers terkait hasil survei nasional terbaru, Jumat 15 Juli 2022. (suaramerdeka.com / dok LSN)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Lembaga Survei Nasional (LSN) menyebutkan bahwa masyarakat yang menghendaki calon presiden (capres) 2024 mendatang berlatar belakang militer (TNI) masih cukup tinggi yaitu sebanyak 26,4 persen.

Angka tersebut masih tinggi, apabila jika dibandingkan dengan pilihan terhadap capres berlatar belakang sipil yang hanya 20,2 persen.

Hal tersebut disampaikan Direktur Eksekutif LSN, Gema Nusantara Bakry dalam konferensi pers terkait hasil survei nasional terbaru yang dilaksanakan LSN pada 10 - 24 Juni 2022 di 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Hormati Ibu, Alasan Via Vallen Jatuh Cinta pada Chevra Yolandi

"Ketika LSN menanyakan kepada responden, apakah lebih menyukai capres berlatar belakang TNI atau capres berlatar belakang sipil, bagian terbesar responden (48,1 persen) tidak mempermasalahkan latar belakang capres apakah TNI atau sipil."

"Namun sebanyak 26,4 persen responden menyatakan lebih menyukai capres 2024 nanti adalah tokoh yang berlatar belakang TNI. Ini menegaskan bahwa capres berlatar belakang TNI ternyata masih diminati publik," ujar Gema melalui zoom, Jumat 15 Juli 2022.

Sebagaimana diketahui, dari sejumlah nama capres 2024 yang memiliki elektabilitas teratas di berbagai lembaga survei, tiga di antaranya berasal dari militer, yaitu Prabowo Subianto, Moeldoko dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Baca Juga: Mimpi Ibu Menurut Primbon Jawa, Ini Tafsir Mimpinya Berisi Kebahagiaan dan Kesedihan

Gema juga menjelaskan bahwa calon pemilih Indonesia untuk Pemilu 2024 nampaknya tergolong pemilih rasional (rational voters).

Pengaruh faktor-faktor primordial seperti latar belakang agama dan suku bangsa sangat rendah.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X