Pasar Pagi di Depan Pemondokan Jamaah, Tempat Mrema Mukiman dan Pedagang Lokal

- Selasa, 12 Juli 2022 | 23:07 WIB
Jamaah haji membeli jajanan pasar trasional Indonesia yang dijual mukimin di pasar kaget depan hotel pemondokan jamaah. (suaramerdeka.com/Surya Yuli P)
Jamaah haji membeli jajanan pasar trasional Indonesia yang dijual mukimin di pasar kaget depan hotel pemondokan jamaah. (suaramerdeka.com/Surya Yuli P)

MAKKAH, suaramerdeka.com - Selama musim haji di Arab Saudi, sebagian besar pemondokan jamaah haji asal Indonesia menjadi target berdagang para mukimin (WNI berdomisili Arab Saudi) dan pedagang lokal.

Pedagang membuka lapak di halaman hotel, sehingga praktis hampir di semua pemondokan jamaah haji, muncul pasar kaget, seperti halnya di Tanah Air.

Wartawan Suara Merdeka, Surya Yuli Purwariyanto, anggota Media Center Haji (MCH) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi melaporkan, dagangan yang dijual macam-macam, mulai dari jajanan pasar berupa aneka makanan tradisional khas Indonesia.

Baca Juga: Batuk-Pilek Dominasi Penyakit Diderita Jamaah, Diimbau Selalu Gunakan Masker

Lalu ada sarapan khas Indonesia lainnya, seperti nasi pecel, nasi ayam, bubur, dan lainnya. Ada pula makanan yang menjadi target pembeli jamaah haji dan menjadi jajanan favorit, di antaranya onde-onde, bakwan, pisang goreng, serta lainnya.

Harganya pun relatif terjangkau. Untuk jajanan atau goreng dapat dibeli dengan harga 5 riyal mendapat tiga atau empat biji gorengan. Lalu untuk nasi ayam dijual 10 riyal dan bakso dijual 5 riyal.

Selain berbagai jenis panganan tradisional, pedagang mukimin dan lokal juga menjajakan suvenir dan kebutuhah jamaah lainnya, seperti pakaian khas timur tengah, sajadah, cincin akik, peci, dan berbagai suvenir lainnya.

Baca Juga: Tempat Healing Viral di Kalangan Mahasiswa Semarang, Bukit Senja Diponegoro

Harga bervariatif juga, tergantung pintar-pintar menawar. Namun ada pula suvenir yang harganya sudah dipatok 2 riyal dan tidak bisa ditawar lagi, seperti tasbih dan aksesori gelang hand made.

Linda, asal Ciancur memanfaatkan musim haji berjualan nasi kentang daging ayam dengan harga 10 riyal. Makanan dengan selera asal Jawa Barat tersebut banyak dicari jamaah haji.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X