Persiapan Haji 2022, Menag Janji Segera ke Arab Saudi

- Jumat, 18 Juni 2021 | 09:36 WIB
haji di masjidil haram
haji di masjidil haram

JAKARTA, suaramerdeka.com – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berjanji akan segera terbang ke Tanah Suci untuk membahas persiapan Haji 2022 bersama pejabat Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Hal ini sekaligus merespons aspirasi sejumlah pihak dan meneguhkan komitmen Pemerintah.

Kemenag mengatakan dua kali pengalaman penundaan haji tahun 2020 dan 2021, pemerintah Indonesia bakal melakukan perencanaan sejak dini agar pada pelaksanaan haji 1443 Hijriah tahun 2022 mendatang jamaah haji Indonesia bisa berangkat ke Tanah suci.

Baca Juga: Program Beli-Beri, Cara PKS Sidomukti Bantu Warga Jalani Isolasi Mandiri

Menteri Yaqut pada Rabu (16/6) mengatakan dirinya akan segera terbang ke Arab Saudi untuk memperkuat komunikasi dan konsolidasi dengan pejabat berwenang di Arab Saud.

“Kami akan segera ke sana setelah mendapat izin dari Pemerintah Arab Saudi,” kata Menag.

Gus Yaqut menambahkan jika dibandingkan dengan pandemi global yang pernah terjadi, Covid-19 ini merupakan peristiwa yang memberikan dampak besar bagi kehidupan masyarakat dunia, termasuk dalam pergerakan lintas negara dan benua.

Baca Juga: Harga Minyak Mentah Anjlok Hampir 2 Persen dari Level Tertinggi

“Saat ini, misalnya, sulit untuk masuk Saudi. Penerbangan Indonesia sampai saat ini tidak boleh masuk. Ini pastinya mengganggu semua aktivitas. Kita tidak tahu kapan berakhirnya pandemi ini. Tapi karena kita sudah dua kali membatalkan keberangkatan haji akibat ini, maka untuk tahun depan harus diantisipasi lebih awal,” ujar Menag.

Selain akan langsung ke Arab Saudi, Tim Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag dan Pusat Kesehatan Haji, Kemenkes, berkunjung ke Kantor Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta untuk membahas seputar haji dan umrah.

Pada pertemuan tersebut, Sesditjen PHU Ramadhan Harisman mengatakan pertemuan tersebut merupakan koordinasi lebih dini untuk membahas rencana penyelenggaraan dan pengaturan umrah 1443 H.

Baca Juga: 23 Daerah Zona Oranye Berubah Jadi Merah, Jawa Tengah Tertinggi

Selama ini, penyelenggaraan umrah biasanya dimulai pada Muharram, setelah musim haji sehingga Pemerintah Indonesia bergerak cepat untuk mengantisipasi lebih dini berbagai kemungkinan.

"Kami sangat berharap Indonesia bisa memberangkatkan jamaah umrah, apalagi jika setelah penyelenggaraan haji nanti kondisi pandemi membaik," ujar Ramadhan.

Sementara Dubes Saudi Esaam Althaqafi mengatakan pemerintahannya masih fokus dalam penyelenggaraan haji 1442 H untuk domestik dan ekspatriat.

Dalam kondisi normal, umrah memang dibuka selesai musim haji, namun, kata Esaam, semua belum ada yang tahu bagaimana perkembangan pandemi ini ke depan.

"Untuk umrah, kami masih melihat situasi. Kalau ada kebijakan terbaru dari Saudi, kita akan segera komunikasikan dengan pihak Kementerian Agama," ujarnya.

Esaam mengakui Indonesia adalah mitra utama Arab Saudi sebagai pengirim jamaah haji terbesar dengan jamaah umrah lebih dari 1 juta setiap tahun.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

RK: Siap-siap Hidup dengan Covid-19 Sebagai Endemi

Selasa, 21 September 2021 | 17:32 WIB

Murni Korsleting, Kebakaran Muncul dari Jam Digital

Selasa, 21 September 2021 | 10:24 WIB
X