Varian Baru Korona Terindikasi di Wonosobo

Red
- Jumat, 18 Juni 2021 | 01:10 WIB
SM/wonosobokab.go.id - MEMBERIKAN ARAHAN :Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat memberikan arahan kepada ASN supaya menjadi motivator protokol kesehatan di wilayahnya masing-masing saat kegiatan apel di halaman Bappeda Wonosobo, kemarin. (55)
SM/wonosobokab.go.id - MEMBERIKAN ARAHAN :Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat memberikan arahan kepada ASN supaya menjadi motivator protokol kesehatan di wilayahnya masing-masing saat kegiatan apel di halaman Bappeda Wonosobo, kemarin. (55)

WONOSOBO -Varian baru virus penyebab Covid-19 dikhawatirkan muncul di beberapa daerah di Jawa Tengah. Di Wonosobo, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DR Jaelan menengarai virus varian baru Covid-19 mulai masuk ke Wonosobo.

”Ada yang pernah terpapar Covid-19 dengan gejala cukup berat dan berhasil sembuh, kemudian juga telah menjalani vaksin 2 kali, namun hari ini kembali confirm positif meski dalam status tanpa gejala,” ungkapnya, kemarin.

Dengan adanya penderita yang mengalami konfirmasi positif dua kali tersebut, Jaelan menengarai virus varian baru Covid-19 mulai masuk ke Wonosobo.

Meski untuk memastikannya harus diuji di laboratorium, Jaelan menilai kasus itu bisa menjadi indikasi kuat bahwa varian virus yang menyerang memang berbeda dari virus pertama. Menurutnya, seorang yang sembuh dari Covid- 19 dengan gejala berat, mestinya berarti telah memiliki kekebalan/ imunitas dari virus yang sama.

Jaelan juga mengungkapkan, pada lima bulan awal 2021, kasus Covid-19 di Wonosobo terhitung melandai. Namun, pertambahan angka terkonfirmasi positif pada sebulan terakhir menunjukkan grafik peningkatan yang sangat siginifikan.

”Telah muncul klaster-klaster baru, sampai 7 klaster zona merah di sejumlah wilayah, dan juga ada kasus-kasus serangan berulang pada orang yang sama sudah terjadi,”ù ujarnya saat mendampingi Bupati Afif Nurhidayat meninjau penanganan Covid-19 di Dusun Kyuni, Desa Bogoran, Kecamatan Sapuran.

Sementara Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat meminta jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab bersiap untuk tampil menjadi teladan dan motivator protokol kesehatan di setiap wilayah tempat tinggal masingmasing, demi mencegah meluasnya penyebaran Covid-19.

”Dalam situasi pandemi Covid-19 yang belum reda, saya minta agar semua ASN dapat menjadi motivator masyarakat di tempat tinggal masingmasing sehingga ketaatan terhadap protokol kesehatan pencegahan corona virus semakin meningkat,” katanya, kemarin.

Sementara di Sragen, Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Sragen mengirimkan sampel virus dari pasien klaster Kudus ke laboratorium UGM. Langkah ini untuk mengetahui ada tidaknya varian virus baru dari India yang masuk ke Kabupaten Sragen. Sampel ini diambil dari pasien asal Kecamatan Miri, dimana sebelumnya mereka memiliki riwayat pergi ke Kudus.

Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan, hasil uji sampel genome sequencing tersebut paling cepat diketahui pekan depan. Sampel diambil dari pasien asal Kecamatan Miri. Setidaknya butuh waktu dua pekan untuk mengetahui hasilnya. Tapi pihaknya sudah meminta agar bisa dipercepat hasilnya.

”Pemeriksaaan genome sequencing biasanya perlu waktu 2-3 minggu. Kami minta dipercepat agar bisa terdeteksi apabila ada varian virus baru Covid-19 yang dari India,” terang Yuni. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sragen Hargiyanto menambahkan, varian virus baru dari India lebih berbahaya.

Namun belum bisa dipastikan, apakah kasus yang berasal dari Klaster Kudus di Miri beberapa waktu lalu, merupakan jenis varian baru atau bukan.

Halaman:

Editor: Imron Rosadi

Tags

Terkini

Jokowi Tidak Ingin Ada Konflik Agraria di Banyak Daerah

Kamis, 23 September 2021 | 13:20 WIB

Tol Semarang-Demak Gunakan Bambu sebagai Matras

Kamis, 23 September 2021 | 02:09 WIB

Purbalingga dan Jepara Hentikan PTM

Kamis, 23 September 2021 | 02:03 WIB

Hidupi 80 Nenek Sebatang Kara

Kamis, 23 September 2021 | 01:52 WIB

Uang Suap Dicatat Bantuan Sosial

Kamis, 23 September 2021 | 01:40 WIB
X