Boneka Aksi BIMA-S, Menparekraf Sandiaga: Bisa Jadi Pilar Ekosistem Ekonomi Kreatif

- Kamis, 17 Juni 2021 | 20:15 WIB

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengapresiasi kehadiran karya kreatif anak bangsa berupa boneka aksi atau action figure BIMA-S yang pertama kali tercatat menggunakan Intellectual Property (IP) lokal dan diproduksi dalam negeri untuk didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia.

Menparekraf Sandiaga Uno saat menghadiri “Launching MNC Licensing BIMA-S Toys” di Studio MNC, Kebon Jeruk, Jakarta, Rabu (16/6/2021) menjelaskan ekosistem ekonomi kreatif adalah keterhubungan sistem yang mendukung rantai nilai ekonomi kreatif.

Yaitu kreasi, produksi, distribusi, konsumsi, dan konservasi, yang dilakukan oleh pelaku ekraf untuk memberikan nilai tambah pada produk/karyanya sehingga berdaya saing tinggi, mudah diakses, dan terlindungi secara hukum.

Baca Juga: Mantan Plt Kepala Dinkes Blora Raih Juara Nasional KB Lestari

"Hari ini kita punya harapan baru agar ikon-ikon seperti Bima bisa menjadi pilar ekosistem ekonomi kreatif. Dari Kementerian Perindustrian juga mendukung, saya meyakini ini akan membuka lapangan kerja seluas-luasnya. COVID-19 ini memaksa kita untuk bertransformasi. Biasanya kita hanya terbuai dengan IP-IP luar negeri dan Pak Hary Tanoe dan tim menciptakan Bima S ini yang bergerak dari industri kreatif animasi ke gaming. Ini menjadi satu semangat baru, semoga nanti bisa menembus pasar internasional dan menggerakkan ekonomi bangsa,” katanya.

Dalam Launching MNC Licensing BIMA-S Toys hadir pula, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo, Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo, Executive Chairwoman MNC Group Liliana Tanoesoedibjo, Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka, Kementerian Perindustrian Gati WIbawaningsih, CEO PT. Royal Kreasi Cemerlang K Stephen Sutijadi, Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf Neil El Himam.

Baca Juga: 16 Orang Pegawai PN Semarang Positif Corona, Seluruh Kantor Akan Disemprot Disinfektan

Menparekraf Sandiaga Uno juga menjelaskan, saat ini nilai ekonomi kreatif, tengah bertumbuh sangat pesat. Pada 2017 perputaran ekonominya mencapai Rp11 triliun -Rp12 triliun, dengan pertumbuhan pertahun 25-30 persen. Pada tahun 2020 PDB ekraf mencapai Rp1.134,9 triliun.

“BIMA-S ini merupakan transformasi pengembangan kekayaan intelektual dari animasi film ke industri permainan. Kemenparekraf sangat mengapresiasi hal ini karena mendukung berkembangnya ekosistem ekonomi kreatif, tidak hanya mendorong banyak penyerapan tenaga kerja tapi juga meningkatkan PDB ekraf secara nasional,” katanya.

Sementara itu, Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo menambahkan, Kemenparekraf akan mendukung dari sisi kesiapan SDM, pelatihan, dan pendampingan. Selain itu juga akan memberikan kemudahan dari sisi perizinan, karena IP ini akan dilindungi dalam HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) dan diharapkan, kehadiran BIMA-S ini akan menjadi pemicu semangat agar anak muda lain bisa menciptakan IP-IP lainnya.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Keluarga Minta Kasus Live Bunuh Diri Dibongkar

Jumat, 17 September 2021 | 21:57 WIB

WHO: Awas Lonjakan Mobilitas Warga

Jumat, 17 September 2021 | 14:18 WIB

Menyusuri Jejak Semarang hingga Belanda

Jumat, 17 September 2021 | 01:00 WIB
X