Menparekraf-Dubes Kazakhstan Gali Potensi Kerja Sama Bilateral di Sektor Parekraf

- Kamis, 17 Juni 2021 | 20:30 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, melakukan pertemuan dengan Duta Besar Kazakhstan untuk Indonesia, Daniyar Sareknov, di Ruang Rapat Kemenparekraf Lantai 16, Selasa (15/6/2021).

Dalam pertemuan tersebut, keduanya menjajaki potensi kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif yang bisa dilakukan antara Indonesia dengan Kazakhstan.

Peluang kerja sama tersebut meliputi rencana charter flight direct dari Surabaya dan Bali, Indonesia ke Almaty atau Astana, Kazakhstan, dan sebaliknya dari Kazakhstan ke Indonesia. Saat ini maskapai penerbangan Kazakhstan, Air Astana, telah membuka penerbangan langsung ke beberapa negara Asia, seperti Kuala Lumpur, Bangkok, Hong Kong, Ho Chi Minh City, Seoul, Beijing, dan Tokyo.

Kemudian, wisata halal juga memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan, arena Kazakhstan memiliki beberapa tempat-tempat bersejarah Islam di wilayah Turkistan, yang sedang berkembang sebagai kawasan wisata.

Baca Juga: WaRoeng, Obat Rindu Makanan Indonesia di Chicago

Halal businesses juga menjadi peluang yang potensial, karena permintaan pasar untuk menghadirkan bisnis halal seperti hotel, restoran halal cukup tinggi, sehingga Kazakhstan diproyeksi bisa menarik pengusaha Indonesia untuk berinvestasi mengembangkan usaha halal. Begitupun dengan produk halal, Indonesia bisa mengekspor makanan halal ke Kazakhstan.

Menparekraf Sandiaga mengucapkan terima kasih atas kehadiran Dubes Kazakhstan, Daniyar Sarekenov. Ia berharap potensi peluang kerja sama ini akan mempererat hubungan bilateral antar-kedua negara, khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Saya sangat optimistis pascapandemi ini kita bisa menghasilkan kerja sama dan saling berkolaborasi dalam mengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di kedua negara. Serta dapat membantu mempromosikan dan menghadirkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo di lima destinasi super prioritas, adalah Borobudur, Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf Nia Niscaya mengusulkan untuk membuat virtual trip antara Kazakhstan dengan Indonesia. Hal ini untuk membangun kesadaran akan destinasi wisata di kedua negara, serta meningkatkan kepercayaan wisatawan bahwa Indonesia telah mengimplementasi protokol kesehatan yang ketat di tiap destinasi wisata.

Baca Juga: Sandiaga Uno: Kesiapan Destinasi dan Infrastruktur Jadi Tolok Ukur Kebangkitan Parekraf

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

X