Sandiaga Uno: Kesiapan Destinasi dan Infrastruktur Jadi Tolok Ukur Kebangkitan Parekraf

- Kamis, 17 Juni 2021 | 19:45 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno melantik Vinsensius Jemadu sebagai Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf. (Kemenparekraf/dok)
Menparekraf Sandiaga Uno melantik Vinsensius Jemadu sebagai Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf. (Kemenparekraf/dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan kesiapan destinasi dan infrastruktur akan menjadi tolok ukur dalam menentukan kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif di tengah pandemi dan melambatnya ekonomi.

Hal tersebut disampaikan Menparekraf Sandiaga Uno usai melantik Vinsensius Jemadu sebagai Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf.

"Ini adalah tugas yang super penting, karena kesiapan destinasi dan infrastruktur akan menjadi tolok ukur kita. Dan ini sudah menjadi arahan Presiden, dan tentunya harapan kita bersama untuk bangkit dan pulih segera pariwisata dan ekonomi kreatif," kata Menparekraf Sandiaga Uno.

Baca Juga: 16 Orang Pegawai PN Semarang Positif Corona, Seluruh Kantor Akan Disemprot Disinfektan

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo serta seluruh pejabat eselon I Kemenparekraf/Baparekraf.

Menparekraf mengatakan, pengembangan 5 destinasi pariwisata super prioritas terus dilakukan dari berbagai aspek, sesuai arahan Presiden. Mulai dari akselerasi infrastruktur yang dikerjakan lintas sektor, implementasi CHSE, hingga penyiapan calendar of event.

Pembangunan 5 destinasi pariwisata super prioritas dilaksanakan dengan model orkestrasi pembangunan sesuai dengan tren pariwisata pascapandemi COVID-19: customize, localize, personalize, dan small in size yang berbasis pada pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.

Optimalisasi penggunaan teknologi untuk mengurangi kontak fisik (cashless payment, informasi digital), dan perhatian lebih difokuskan kepada aspek kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan (CHSE).

Secara khusus, Menparekraf berharap agar Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf yang baru dapat segera melaksanakan strategi inovasi, adaptasi, dan kolaborasi dalam pengembangan destinasi dan infrastruktur parekraf.

Terutama di tiga quick win yang dicanangkan, yakni pengembangan desa wisata yang aman COVID-19; penyiapan pilot project destinasi yang siap menerima kembali kunjungan wisman di era normal baru saat pandemi berlangsung dan pascapandemi; serta onboarding digital untuk digitalisasi produk pariwisata dan ekonomi kreatif.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X