Asyik, WNI di Jepang Bisa Kuliah di Usahid

- Kamis, 17 Juni 2021 | 16:51 WIB

JAKARTA, suaramerdeka.com - Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Tokyo, Yusli Wardiatno, menyambut antusias upaya Universitas Sahid (Usahid) menawarkan program pendidikannya untuk warga negara Indonesia (WNI) di Jepang.

“KBRI Tokyo akan selalu siap membantu internasionalisasi perguruan tinggi Indonesia,” ujar Yusli.

Saat ini Usahid tengah berupaya menarik minat mahasiswa asing dan WNI yang tinggal di Jepang dan Oman melalui promosi daring program magister (S-2) dan doktoral (S-3) dengan mengundang KBRI Tokyo, Jepang, dan KBRI Muscat, Oman.

Baca Juga: Varian Delta Belum Terdeteksi Masuk Kabupaten Semarang

Dalam promosi daring tersebut, Yusli menyarankan agar Usahid juga harus menawarkan program sarjana bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berjumlah sekitar 40-ribu di Jepang.

“Dengan demikian, Usahid akan turut membantu program perluasan akses pendidikan bagi warga negara Indonesia yang tengah digalakkan KBRI,” tutur Yusli.

Dijelaskan Yusli, di Jepang, sekitar 40 ribu PMI pada umumnya memiliki level pendidikan menengah, yaitu SMA dan SMK, dengan status pemagang (kenshusei).

Baca Juga: SBMPTN UIN Walisongo Tahun 2021, Prodi Gizi, Psikologi dan Manajemen Jadi Favorit

“Oleh karenanya, kami sarankan Usahid juga menawarkan program sarjana online dengan target PMI pemagang,” ujar Yusli. Program tersebut, lanjut Yusli, harus diperkaya dengan peningkatan kemampuan bahasa Jepang.

“Ini supaya dapat membantu PMI pemagang yang memerlukan peningkatan kompetensi berbahasa Jepang hingga N3 atau N4 sebagai syarat konversi menjadi toku teginou (specified skilled worker)”, terang Yusli kala diminta masukan oleh Direktur Sekolah Pascasarjana Usahid, Marlinda Irwanti Poernomo.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Sumber: kemendikbud

Tags

Terkini

13 Tokoh Ini Berjasa di Balik Lahirnya Sumpah Pemuda

Minggu, 24 Oktober 2021 | 08:26 WIB

Vaksinasi dan Prokes Kunci Pulihnya Sektor Parekraf

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 21:52 WIB
X