UU Cipta Kerja Tak Langgar UUD 1945, Airlangga Singgung Permohonan FSPMI di Sidang MK

Red
- Kamis, 17 Juni 2021 | 15:04 WIB
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto (suaramerdeka.com / dok) (Jati Prihatnomo)
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto (suaramerdeka.com / dok) (Jati Prihatnomo)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Penyusunan dan pengesahan UU Cipta Kerja menjadi polemik di tengah masyarakat. Banyak masyarakat yang memandang jika UU Cipta Kerja melanggar UUD 1945 dan menyulitkan para pekerja Indonesia.

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto membantah UU Cipta Kerja melanggar UUD 1945.

"Menyatakan UU Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja tidak bertentangan dengan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945," kata Airlangga Hartarto seperti dikutip dari Antara.

Baca Juga: Pemain Asing PSIS Akan Segera Merapat ke Semarang

Airlangga Hartarto bahkan membawa nama Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) terkait sidang Mahkamah Konstitusi (MK).

Sebelumnya, MK telah menggelar sidang pemeriksaan pendahuluan uji materi UU Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Menurut Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), dalam permohonannya menyebutkan jika UU Cipta Kerja dibuat tidak sesuai dengan prosedur pembentukan perundang-undangan.

"Kami minta kepada MK untuk menerima keterangan Presiden secara keseluruhan. Menyatakan pemohon tidak mempunyai kedudukan hukum atau legal standing dan menolak permohonan pengujian formil UU Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja terhadap UUD 1945," ujar Airlangga.

Baca Juga: PTM Terbatas Tetap Dilaksanakan Juli, Kemendikbudristek: Siswa Jenuh Belajar dari Rumah

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Antara, Kata Data

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Munas Alim Ulama, PPP Kumpulkan 4 Gubernur di Semarang

Minggu, 17 Oktober 2021 | 18:38 WIB
X