Lahan Kuburan Semakin Terbatas, Benarkah Kuburan Lama akan Tergusur?

- Jumat, 8 Juli 2022 | 11:12 WIB
Pekerja serius membersihkan dan mengecat kembali makam-makam di kompleks makam Van Der Steur agar lebih terlihat rapi serta bersih.(suaramerdeka.com/Asef Amani)
Pekerja serius membersihkan dan mengecat kembali makam-makam di kompleks makam Van Der Steur agar lebih terlihat rapi serta bersih.(suaramerdeka.com/Asef Amani)

SUARAMERDEKA.COM - Kapanpun itu, setiap orang pasti akan meninggalkan dunia yang fana ini.

Angka kematian pun terus bertambah seiring berjalannya waktu, lahan pemakaman pun menjadi semakin terbatas.

Penyebabnya pun bermacam-macam, ada yang dikarenakan kecelakaan hingga terserang penyakit.

Baca Juga: Netizen Kena Prank! Afgan Tak Menikah, Hanya Jadi Brand Ambassador Produk Skincare

Pernah ada sebuah survei yang membuktikan kalau ada 55 juta orang yang mati tiap tahunnya.

Meskipun ada cara lain, kebanyakan setiap orang meninggal dikebumikan dengan cara dikubur

Hingga Minggu, 26 Desember 2021, total kematian akibat virus corona Covid-19 di Indonesia sebanyak 144,05 ribu orang. Dengan jumlah tersebut, Worldometer menempatkan angka kematian di Indonesia di urutan dua tertinggi di Asia.

Lantas, bagaimana dengan lahan kuburan yang semakin terbatas?

Baca Juga: PeSOnas 2022 Selesai, Jawa Tengah Juara Umum, Sabet 36 Emas

Melansir The Guardian, nasib jenazah kamu mungkin saja akan dipindahkan setelah 20 tahun dikubur apabila kuburan penuh.

Seperti yang sudah diterapkan di negara lain seperti Jerman, Singapura, dan Belgia. Di sana, kamu bisa mendapatkan kuburan secara gratis untuk 20 tahun pertama.

Akan tetapi, setelah 20 tahun, keluarga kamu akan dimintai biaya sewa.

Jika tidak membayarnya, jenazah kamu akan dipindahkan ke tempat semacam kuburan massal karena kuburan yang kamu tempati tersebut akan digantikan oleh jenazah lain.***

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X