Tersangka Kasus Kekerasan Seksual DPO, UU TPKS Harus Dipercepat Demi Kepastian Proses Hukum

- Kamis, 7 Juli 2022 | 15:40 WIB
 ilustrasi kekerasan seksual ( suaramerdeka.com /istockphoto)
ilustrasi kekerasan seksual ( suaramerdeka.com /istockphoto)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Penyelesaian sejumlah aturan teknis Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) harus dipercepat agar penegakan hukum terhadap kasus-kasus kekerasan seksual di masyarakat segera mendapat kepastian.

Menurut Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, upaya percepatan penuntasan sejumlah aturan pelaksanaan terkait UU TPKS harus benar-benar menjadi komitmen bersama dari para pemangku kepentingan.

"Mengemukanya kegagalan aparat penegak hukum menangkap anak seorang tokoh masyarakat yang merupakan tersangka pelaku pelecehan seksual, seharusnya menjadi keprihatinan kita bersama.

Dorongan untuk mempercepat lahirnya aturan-aturan turunan UU TPKS harus diperkuat," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 7 Juli 2022.

Baca Juga: Lebaran di Arab Tanggal 9, Apakah Puasa Arafah 9 Juli Tetap Diperbolehkan?

Tahun 2022 Komnas Perempuan mencatat dinamika pengaduan langsung ke Komnas Perempuan, lembaga layanan dan badan peradilan agama, terkumpul sebanyak 338.496 laporan kasus kekerasan berbasis gender terhadap perempuan.

Upaya pemahaman terkait langkah perlindungan korban dan proses hukum yang berkeadilan dalam kasus-kasus kekerasan seksual, tegas Lestari, harus benar-benar dipahami oleh para penegak hukum dan masyarakat.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu sangat berharap para penegak hukum mampu memproses kasus-kasus kekerasan seksual dengan seadil-adilnya.

Baca Juga: Deretan Tanggal Cantik untuk Menikah di Tahun 2022, Dijamin Bawa Hoki

Karena sikap tegas dalam proses penegakan hukum pada kasus-kasus kekerasan seksual sangat diperlukan, agar kepastian setiap warga negara mendapat perlindungan terhadap hak-hak dasarnya semakin kuat dan kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum meningkat.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X