TNI Wajib Respon Ancaman Kedaulatan NKRI, Dandim Semarang: Berlatih Adalah Kunci Utama

- Sabtu, 2 Juli 2022 | 08:24 WIB
Dandim 0733 Kota Semarang Letkol Inf Honi Havana MMDS menerima apresiasi dari Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman (kanan) dalam Seminar Nasional TNI AD di Seskoad.(Instagram @honihavana)
Dandim 0733 Kota Semarang Letkol Inf Honi Havana MMDS menerima apresiasi dari Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman (kanan) dalam Seminar Nasional TNI AD di Seskoad.(Instagram @honihavana)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Seminar TNI AD VI Tahun 2022 digelar di Gedung Prof Satrio Seskoad Bandung, Selasa 28 Juni 2022.

Seminar TNI AD dihadiri dan dibuka Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman dan dihadiri para Perwira Tinggi serta Perwira Menengah.

Dalam seminar TNI AD itu, Dandim 0733 Kota Semarang Letkol Inf Honi Havana MMDS memaparkan topik Perubahan Karakter Perang Dihadapkan pada Cara Bertempur Matra Darat Masa Kini dan Masa Depan.

Dalam kesempatan itu, kata Letkol Honi Havana, TNI sesuai dengan amanat undang-undang wajib merespon setiap ancaman yang membahayakan kedaulatan dan keutuhan NKRI.

Baca Juga: Inflasi di Kota Semarang Tertinggi di Jawa Tengah, Apa Saja Pendorongnya?

“Karena itu TNI AD kini merumuskan cara bertempur yang tepat, efektif dan relevan untuk menghadapi ancaman militer, nir militer dan hibrida,” papar Honi Havana.

Pengembangan alutsista yang berteknologi mutakhir menjadi salah satu pembenahan masif di tubuh TNI.

Termasuk, peningkatan kemampuan profesionalisme prajurit di seluruh matra.

Dandim Semarang menuturkan, untuk mengasah kemampuan guna menghadapi potensi ancaman, terus berlatih adalah kunci utama.

Baca Juga: Kata Asmara Zodiak Hari Ini 2 Juli 2022: Gemini Ubah Sikap, Romantisme Taurus, Aries Jelajahi Sensualitas!

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X