Dampak PMK: Harga Sapi Terjun Bebas, Hanya 2 Juta per Ekor

- Kamis, 30 Juni 2022 | 20:38 WIB
Ilustrasi Harga sapi turun karena wabah PMK (Kat Smith /pexels.com)
Ilustrasi Harga sapi turun karena wabah PMK (Kat Smith /pexels.com)

SUARAMERDEKA.COM - Sejumlah pasar hewan mengaku dirugikan akibat dampak PMK (Penyakit Mulut dan Kuku).

Peternak sapi pun merugi jelang Hari Raya Idul Adha, salah satunya milik peternak di Jombang, Jawa Timur, Buamin.

Usai terserang PMK, seluruh hewan ternak mengalami penurunan harga drastis yakni dari Rp 15 juta menjadi Rp 2 juta saja. Hal ini terpaksa dilakukan untuk keperluan hewan kurban.

Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah dan Arafah dengan Teks Arab Latin

“Selama 10 hari sapi sakit tidak mau makan dan minum hanya berdiri saja. Padahal sebelum sakit, sapi ini ditawar Rp15 juta namun sekarang ditawar Rp2 juta saja,” kata Peternak sapi, Buamin Senin (27/6/2022).

Adapun peternak sapi lain yang mengalami nasib serupa yakni Imam Syafii asal Malang, Jawa Timur. Ia menjual dua ekor sapinya dengan harga Rp 2,5 juta per ekor. Jika ditotal, dua sapi tersebut hanya bernilai Rp 5 juta.

“Harga sapi itu turun 10 kali lipat. Kemarin itu laku Rp2,5 juta padahal normalnya Rp28 juta. Kalau sebulan ini kerugian sampai Rp100 juta. Dua ekor sapi dijual sampai dengan harga anjlok dan dua ekor sapi mati. Lalu, biaya perawatan obat-obatan vitamin sebulan Rp6 juta,” ujar Imam.

Baca Juga: Ciri-Ciri Pasangan Selingkuh yang Patut Dicurigai, Mulai dari Posesif Hingga Menghindari Obrolan Ini

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI), Rochadi Towaf mengatakan, dampak PMK membuat harga sapi 'terjun bebas' menjadi Rp 2 juta hingga Rp 5 juta.

Akibatnya, peternak secara nasional menanggung kerugian mencapai Rp 20 triliun, yang terparah menjangkit sapi perah.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: NU Online

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X