Begini Perbedaan Kasus Korupsi yang Menimpa Emirsyah Satar

- Selasa, 28 Juni 2022 | 11:51 WIB
Emirsyah Satar (foto: Brava Radio)
Emirsyah Satar (foto: Brava Radio)

JAKARTA, suaramerdeka.com Nama mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia 2005-2014 Emirsyah Satar kembali mencuat.

Pasalnya pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan Emirsyah Satar sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan pesawat PT. Garuda Indonesia.

Padahal saat ini Emirsyah Satar tengah menjalani 8 tahun masa penahanan dalam kasus suap pengadaan pesawat dan Tindak Pidana Pencucian uang (TPPU) di Lapas Sukamiskin.

Baca Juga: Ada Bakat Jadi Bos, 6 Zodiak Ini Diramal Akan Bekuasa Penuh di Bulan Juli 2022

Lantas apa beda kasus yang menjerat Emirsyah Satar di KPK dan Kejagung?

Pada 3 Februari 2021 lalu, Emirsyah Satar telah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap pengadaan pesawat dan mesin Airbus SAS dan Roll-Royce bersama Soetikno Soedarjo yang merupakan Direktur PT Mugi Rekso Abadi.

Saat itu Soetikno merupakan konsultan bisnis/komersial dari Roll-Royce dan Airbus.

Baca Juga: Siap-siap Kaya Dadakan, 6 Zodiak Ini Akan Kejatuhan Rezeki Nomplok, Senin 27 Juni 2022

Terhitung ada 5 kontrak yang dilakukan Emirsyah dengan Soetikno yakni pemeliharaan mesin Rolls-Royce, pengadaan pesawat Airbus A330-300, Airbus A320-Neo, ATR 72-600, dan Bombardier CRJ 1000. 

Emirsyah divonis hukuman 8 tahun penjara serta denda Rp 1 miliar akibat menerima suap Rp 46 miliar serta Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sekitar Rp 87,46 miliar dari Soetikno untuk memuluskan proyek tersebut.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X