Ini Beda Kasus Korupsi Pesawat Garuda Indonesia yang Menjerat Emirsyah Satar di KPK dan Kejagung

- Selasa, 28 Juni 2022 | 11:48 WIB
Mantan Dirut Garuda Indonesia, Emirsyah Satar. (suaramerdeka.com / dok)
Mantan Dirut Garuda Indonesia, Emirsyah Satar. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Nama mantan Direktur Utama PT. Garuda Indonesia 2005-2014 Emirsyah Satar kembali mencuat.

Pasalnya pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan Emirsyah Satar sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan pesawat PT. Garuda Indonesia.

Padahal saat ini Emirsyah Satar tengah menjalani 8 tahun masa penahanan dalam kasus suap pengadaan pesawat dan Tindak Pidana Pencucian uang (TPPU) di Lapas Sukamiskin.

Lantas apa beda kasus yang menjerat Emirsyah Satar di KPK dan Kejagung?

Baca Juga: Kapan Waktu Pelaksanaan Puasa Dzulhijjah? Simak Niat dan Tata Caranya Berikut

1. KPK

Pada 3 Februari 2021 lalu, Emirsyah Satar telah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap pengadaan pesawat dan mesin Airbus SAS dan Roll-Royce bersama Soetikno Soedarjo yang merupakan Direktur PT Mugi Rekso Abadi.

Saat itu Soetikno merupakan konsultan bisnis/komersial dari Roll-Royce dan Airbus.

Terhitung ada 5 kontrak yang dilakukan Emirsyah dengan Soetikno yakni pemeliharaan mesin Rolls-Royce, pengadaan pesawat Airbus A330-300, Airbus A320-Neo, ATR 72-600, dan Bombardier CRJ 1000.

Baca Juga: Sinopsis Ikatan Cinta 28 Juni 2022: Andin dan Nino Bertemu Bicarakan Masalah Reyna

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengacara Kamaruddin Minta Oknum Jaksa Diperiksa

Jumat, 25 November 2022 | 16:48 WIB

RUU KUHP Segera Disahkan, Ini Komentar Ahli Hukum

Jumat, 25 November 2022 | 14:12 WIB
X