Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Pesawat Garuda Indonesia, Kerugian Negara Capai Rp 8,8 Triliun

- Selasa, 28 Juni 2022 | 11:12 WIB
Pesawat Boeing 737-800 NG Garuda Indonesia. (suaramerdeka.com / Andika Primasiwi)
Pesawat Boeing 737-800 NG Garuda Indonesia. (suaramerdeka.com / Andika Primasiwi)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kejagung kembali menetapkan 2 tersangka baru dalam kasus pengadaan pesawat PT. Garuda Indonesia.

Eks Direktur Utama PT. Garuda Indonesia, Emirsyah Satar ditetapkan menjadi tersangka oleh Kejagung bersama dengan Soetikno Soedarjo selaku Direktur PT Mugi Rekso Abadi.

Sebelumnya, penyidik telah mengumumkan tiga tersangka dalam perkara pengadaan Pesawat CRJ-1000 dan pengambilalihan Pesawat ATR72-600 oleh PT Garuda Indonesia.

Yakni Executive Project Manager Aircraft Delivery Garuda Indonesia Periode 2009-2014 Agus Wahjudo, Vice President Strategic Management Office Garuda Indonesia Periode 2011-2012 Setijo Awibowo, dan Vice President Treasury Management Garuda Indonesia Periode 2005-2012 Albert Burhan.

Baca Juga: Kapan Waktu Pelaksanaan Puasa Dzulhijjah? Simak Niat dan Tata Caranya Berikut

Akibat proses hal tersebut, kerugian yang dialami negara mencapai Rp 8,8 triliun.

Untuk Emirsyah Satar sendiri tidak dilakukan penahanan oleh pihak Kejagung, pasalnya saat ini dirinya telah menjalani masa tahanan atas kasus korupsi yang diusut KPK.

“Tidak dilakukan penahanan karena masing-masing sudah menjalani pidana atas kasus PT Garuda yang ditangani KPK,” kata Jaksa Agung Republik Indonesia Sanitiar Burhanuddin.

Sebelumnya Emirsyah Satar telah menjadi tersangka kasus pengadaan pesawat dan mesin pesawat Airbus SAS dan Roll-Royce PT. Garuda Indonesia.

Baca Juga: Selamat, Son Ye Jin Hamil Anak Pertama dari Hyun Bin

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengacara Kamaruddin Minta Oknum Jaksa Diperiksa

Jumat, 25 November 2022 | 16:48 WIB

RUU KUHP Segera Disahkan, Ini Komentar Ahli Hukum

Jumat, 25 November 2022 | 14:12 WIB
X