Kenapa Bulan Juni Masih Hujan? Begini Penjelasan dari BMKG

- Selasa, 28 Juni 2022 | 06:45 WIB
Ilustrasi cuaca hujan. (unplash/@inge-maria)
Ilustrasi cuaca hujan. (unplash/@inge-maria)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengumumkan, bulan Juni di Indonesia seharusnya sudah memasuki musim kemarau.

Lantas, kenapa bulan Juni masih hujan di sejumlah daerah di Indonesia? BMKG mengungkap kronologinya.

Prakirawan BMKG Marlin Denata menjelaskan, pantauan BMKG pada La Nina mendapati adanya penguatan intensitas La Nina menjadi moderat atau sedang dengan nilai - 1,05.

Baca Juga: Intip Asmara Zodiak Hari Ini 28 Juni 2022: Aries Dukung Pasangan, Taurus Banyak Cinta, Gemini?

Penguatan kembali La Nina sejak Maret ini menyebabkan hujan di Indonesia masih terjadi di bulan Juni.

"Akibatnya, beberapa daerah di Indonesia yang seharusnya sudah memasuki masa peralihan menuju musim kemarau kini masih mengalami intensitas hujan yang cukup tinggi," kata Marlin dalam kanal YouTube BMKG.

La Nina adalah fenomena Suhu Muka Laut (SML) di Samudera Pasifik bagian tengah mengalami pendinginan di bawah kondisi normalnya.

Baca Juga: Layanan Terpadu Kesehatan di Pemondokan Jemaah Sektor 5 Diperkenalkan, Tapi Belum Menyeluruh

Pendinginan Suhu Muka Laut (SML) tersebut mengurangi potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia secara umum.

"Perlu juga diketahui bahwa peningkatan hujan harian di beberapa wilayah Indonesia juga dipengaruhi oleh dinamika atmosfer harian dan kondisi atmosfer lokal di suatu wilayah," kata Marlin.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X