Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Pesawat Garuda Indonesia, Kejagung Tetapkan 2 Tersangka Baru

- Selasa, 28 Juni 2022 | 06:15 WIB
Jaksa Agung ST Burhanuddin saat memberi keterangan pers terkait dugaan korupsi Garuda Indonesia (PMJNews)
Jaksa Agung ST Burhanuddin saat memberi keterangan pers terkait dugaan korupsi Garuda Indonesia (PMJNews)

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Ketut Sumedana menjelaskan tahap perencanaan dan tahap evaluasi proses pengadaan pesawat di PT Garuda Indonesia tidak sesuai dengan prosedur pengelolaan armada (PPA).

Baca Juga: Demi Johnny Depp Kembali Jadi Jack Sparrow, Disney Siapkan Rp4 Triliun

Dalam tahap perencanaan yang dilakukan tersangka Setijo Awibowo, tidak terdapat laporan analisis pasar, rencana rute, analisa kebutuhan pesawat, rekomendasi, dan persetujuan jajaran direksi.

Para tersangka bersama Emirsyah Satar, yang saat itu menjabat sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia, dan Hadinoto Soedigno selaku Direktur Teknik mengevaluasi dan menetapkan pemenang pengadaan Pesawat Bombardier CRJ-1000 secara tidak transparan, tidak konsisten, dan tidak akuntabel.

Akibat proses pengadaan Pesawat CRJ-1000 dan pengambilalihan pesawat ATR 72-600, yang dilakukan tidak sesuai dengan prinsip PPÀ, prinsip pengadaan BUMN, dan business judgment rule, mengakibatkan pesawat selalu mengalami kerugian saat dioperasikan sehingga menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 8,8 triliun.***

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ikadin : Profesi Advokat Wajib Junjung Kode Etik

Rabu, 28 September 2022 | 15:40 WIB
X