Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Pesawat Garuda Indonesia, Kejagung Tetapkan 2 Tersangka Baru

- Selasa, 28 Juni 2022 | 06:15 WIB
Jaksa Agung ST Burhanuddin saat memberi keterangan pers terkait dugaan korupsi Garuda Indonesia (PMJNews)
Jaksa Agung ST Burhanuddin saat memberi keterangan pers terkait dugaan korupsi Garuda Indonesia (PMJNews)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat oleh PT Garuda Indonesia tahun 2011-2021 kembali bertambah.

Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar (ES) dan Soetikno Soedardjo selaku Direktur PT Mugi Rekso Abadi resmi ditetapkan sebagai tersangka baru.

“Senin, 27 Juni 2022, kami menetapkan dua tersangka baru, yaitu ES selaku Direktur Utama PT Garuda, kedua adalah SS (Soetikno Soedardjo) selaku Direktur PT Mugi Rekso Abadi,” kata Jaksa Agung Republik Indonesia Sanitiar Burhanuddin kepada wartawan di Lobi Utama Gedung Kartika Kejaksaan Agung, seperti dikutip dari Antara.

Baca Juga: Intip Asmara Zodiak Hari Ini 28 Juni 2022: Aries Dukung Pasangan, Taurus Banyak Cinta, Gemini?

Kejaksaan Agung tak melakukan upaya penahanan karena para tersangka sedang menjalani masa tahanan terkait kasus korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Tidak dilakukan penahanan karena masing-masing sudah menjalani pidana atas kasus PT Garuda yang ditangani KPK,” kata Burhanuddin.

Sebelumnya, penyidik telah mengumumkan tiga tersangka dalam perkara pengadaan Pesawat CRJ-1000 dan pengambilalihan Pesawat ATR72-600 oleh PT Garuda Indonesia.

Baca Juga: Usai Hilang 2 Hari, Marshanda Ditemukan di Lokasi Berbahaya, Sahabat: Caca Baik-Baik Saja

Ketiganya adalah Executive Project Manager Aircraft Delivery Garuda Indonesia Periode 2009-2014 Agus Wahjudo, Vice President Strategic Management Office Garuda Indonesia Periode 2011-2012 Setijo Awibowo, dan Vice President Treasury Management Garuda Indonesia Periode 2005-2012 Albert Burhan.

Penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) telah menyerahkan berkas ketiga tersangka dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X